Masyarakat Gemari Ojek Berbasis Daring, Dishub : Sudah Zamannya

Mataram (suarantb.com) – Jasa ojek berbasis daring (online) yang bermunculan di Kota Mataram disambut positif masyarakat. Salah satunya oleh Opan, seorang ASN. Ia mengaku sering menggunakan jasa ojek yang dipesan melalui aplikasi ponsel ini karena harga yang murah.

“Lebih enak pakai ojek online, lebih cepat dan murah. Di sekitar dalam kota cuma bayar Rp 4 ribu, daripada naik taksi lebih mahal,” akunya pada suarantb.com, Selasa, 9 Mei 2017.

Iklan

Selain murah dan cepat, ojek daring juga terbilang praktis. Opan juga sering memesan ojek daring untuk mengantar-jemput anaknya ke sekolah. “Bisa antar jemput anak ke sekolah. Tapi memang sama yang sudah dipercaya gitu, ndak semuanya,” katanya.

Selain itu, kemudahan lain yang dirasakan Opan yaitu bisa memesan makanan dengan perantara ojek daring. Jika restoran yang dituju tidak menyediakan layanan pesan antar, ia biasa menggunakan jasa ojek daring ini.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Lalu Bayu Windya menyatakan angkutan berbasis daring memang sedang menjadi tren. Ditanya apakah ia mendukung keberadaan ojek daring, Bayu menjawab itu sudah kebutuhan zaman.

“Ini bukan soal mendukung atau tidak mendukung. Ini soal kebutuhan, sistem yang bicara melayani orang. Semuanya online sekarang ini. Zamannya online, mau pesan barang online,” ujarnya.

Ia mengaku ojek berbasis daring hadir akibat tuntutan zaman. Pihaknya tidak bisa membendung kebutuhan masyarakat. Sehingga langkah yang ditempuh Dishub hanya menyiapkan regulasi. Namun sayangnya hingga saat ini belum tuntas juga.

“Sedang disusun regulasinya, belum selesai. Masih kita susun, itu kan ndak mudah. Targetnya secepatnya selesai,” sahutnya.

Dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diakui Bayu memang tidak mengatur tentang transportasi roda dua. Akibatnya, timbul kekhawatiran akan terjadi gesekan di masyarakat jika kendaraan daring tetap beroperasi. Untuk mencegah itu, pihaknya mengaku akan memberikan imbauan bersifat persuasif.

“Kita imbau saja, kita mainnya persuasif saja ndak secara tertulis. Kita kumpulkan agar jangan ada gesekan itu saja,” tandasnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here