Masyarakat Diimbau Waspadai Peredaran STNK Bodong

Mataram (suarantb.com) – Sindikat pembuatan STNK bodong kembali ditangkap petugas Kepolisian. Maret lalu Kepala Subdirektorat III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, AKBP Kholilur Rochman menjelaskan telah terjadi penangkapan jaringan pembuat STNK bodong di wilayah Mapolres Bima Kabupaten, namun peredaran STNK bodong tersebut tersebar di seluruh wilayah NTB.

Mengantisipasi peredaran STNK maupun surat kendaraan bermotor (ranmor) palsu di tengah masyarakat, Samsat Mataram melalui Pejabat Sementara Kasi STNK, AKP I Made Hendra Agustina SH S.IK mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati terhadap STNK bodong.

Iklan

“Kalau membeli kendaraan bermotor, sebaiknya dicek setiap suratnya, apakah terdaftar nggak, soalnya aplikasi kami terdata seluruhnya. Masyarakat harap mengeceknya di Samsat,” ujarnya Senin 1 Agustus 2016.
Hendra menambahkan agar masyarakat harus jeli ketika membeli kendaraan yang harganya tidak wajar atau terlampau murah, karena bisa saja ada indikasi ranmor tersebut adalah hasil tindak kejahatan dengan surat kendaraan yang bodong.

“Masyarakat harus jeli kalau membeli kendaraan dengan harga tidak normal atau murah, wajib curiga. Bahkan pernah ada mahasiswa yang niatnya bagus ingin bayar pajak, tapi ketika kita cek material suratnya ternyata palsu,” tambahnya.
Sementara terkait cara untuk mengidentifikasi STNK asli maupun palsu, menurut Hendra dalam STNK tersebut terdapat tiga bagian yang dapat mengetahui kadar keaslian STNK tersebut, yakni logo, nomor seri, dan stempel Dirlantas.

“Bisa dari logo, ada nomor seri, ada stempel khusus Dirlantas. Yang kemarin dari identifikasi kertas berbeda, itu sudah langsung dari Mabes. Kalau meragukan lebih baik masyarakat langsung ke kantor lalulintas. Begitu pun untuk BPKB, terlebih kendaraan dari luar daerah di cek, apakah terdaftar,” jelasnya. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here