Masyarakat Diajak Jadi Konsumen Cerdas

Selong (Suara NTB) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram, Rabu, 9 Mei 2017 melakukan sosialiasi Komunikasi Informasi dan Komunikasi (KIE) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Bertempat di Gedung Wanita Selong, dalam sosialisasi itu masyarakat diajak menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih obat dan makanan.

Iklan
Kepala Balai POM Mataram, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih saat memberikan sambutan kepada peserta sosialisasi di Gedung Wanita Selong

Hadir dalam acara tersebut, Kepala BBPOM Mataram, Anggota DPRI RI Komisi IX Dapil NTB, Hj. Ermalena, MHS, serta Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Lotim, Drs. H. M. Juaini Taufik. Kepala BPOM NTB, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, Apt., MH, menyampaikan tujuan diadakan sosialisasi obat dan makanan ini dalam rangka meningkatkan peran aktif dari semua elemen masyarakat dalam upaya mandiri dalam memilih obat dan makanan yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Ratusan Peserta sosialisasi obat dan makanan oleh Balai BPOM Mataram, di Gedung Wanita Selong Lotim

Dengan adanya UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah diharapkan peranan pemerintah baik dari tingkat pusat sampai dengan pemerintah paling bawah untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap bahan makanan dan obat yang tidak memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh BBPOM. Salah satu contoh peredaran obat-obatan berbahaya, terutama narkoba serta berkembang isu penggunaan obat seperti tramadol yang sangat memprihatinkan tingkat penggunaannya terutama bagi remaja-remaja dan anak muda. Untuk itu ia meminta kepada pemerintah untuk bisa memutuskan mata rantainya atau penyalurannya, serta aparat keamanan pangan untuk mengawal, mengawasi dan melakukan tindakan-tindakan bersama MUI untuk melakukan sosialisasi secara luas kepada masyarakat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena bersama Kepala BBPOM Mataram Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suartiningsih, di tengah acara sosialisasi makanan dan obat.

Sementara, Asisten I Setdakab Lotim, Drs. H. Juaini Taufik, memberikan apresiasi kepada BPOM Mataram yang menyelenggarakan sosialisasi tersebut. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan memberikan manfaat kepada masyarakat agar dapat menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih, membeli dan menggunakan obat dan makanan sehingga bisa mengurangi makanan dan obat yang berisiko untuk keluarga.

“Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah daerah sudah mempunyai program pengawasan yaitu berupa peningkatan pemberdayaan konsumen atau masyarakat di bidang obat dan makanan serta peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya,” ungkapnya.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena juga mengajak ratusan masyarakat yang hadir untuk cerdas menjadi konsumen.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena  bersama Kepala BPOM Mataram Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suartiningsih, berfoto bersama Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., (tiga kiri) dan pimpinan Ponsel Darussaimin NW Mantang (dua kanan).

Disambut Antuasis

Kegiatan serupa, di Pondok Pesantren Darussalimin NW Sengkol Desa Mantang Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis, 11 Mei 2017, disambut antusias warga. Acara yang dibuka Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.Ip., Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Ermalena HMS.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dra. Hj. Ermalena, HMS bersama Kepala BPOM Mataram Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suartiningsih, berfoto bersama peserta sosialisasi makanan dan obat bersama tokoh masyarakat.

Anggota DPR RI dapil NTB tersebut, berkesempatan memberikan pengetahuan dan pemahanan tentang tata cara memilih makanan, obat-obatan serta kosmetik yang sehat kepada ratusan warga yang hadir. Menurutnya, pengetahuan yang baik dalam memilih makanan dan obat-obatan serta kosmetik yang baik, sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, saat ini sudah banyak beredar makanan, obat-obatan hingga kosmetik yang mengandung zat kimia berbahaya di tengah masyarakat. Dan, tidak sedikit pula masyarakat yang jadi korban dari produk makanan, obat-obat serta cosmetik berbahaya tersebut.

Kepala BBPOM Mataram, Dra. Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih, menambahkan, untuk makanan yang paling banyak ditemukan ialah penggunaan zat pengawet. Seperti formalin, borax maupun zat pewarna non makanan. Sementara untuk obat-obatan, banyak penggunan zat kimia berbahaya. Terutama untuk produk-produk kecantikan.

Balai POM Mataram secara intensif juga terus melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan, obat-obatan maupun kosmetik berbahaya di daerah ini. Dengan melakukan inspeksi berkala semua daerah. Guna meminimalisir kemungkinan peredaran makanan, obat-obatan serta cosmetik berbahaya di daerah ini.

Tapi tentunya, Balai POM Mataram dalam hal ini tidak bisa sendiri. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan. Paling tidak, masyarakat tidak membeli makanan, obat-obatan maupun cosmetik yang sekiranya mengadung zat berbahaya. Kalau ada yang ditemukan, laporan dari masyarakat sangat diharapkan. (yon/kir/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here