Masyarakat di Lobar Protes Keterlambatan Penyaluran Rastra

Giri Menang (Suara NTB) – Masyarakat di sejumlah desa di Lombok Barat mengeluhkan keterlambatan penyaluran beras sejahtera (Rastra). Warga pun banyak yang mengajukan protes ke desa lantaran selama tiga bulan ini Rastra yang diharapkan tak kunjung disalurkan. Warga berharap agar pemerintah segera menyalurkan Rastra tersebut, lantaran sangat dirasakan dampaknya oleh warga kurang mampu alias miskin.

Seperti disampaikan Sekdes Jembatan Kembar (Jakem) Kecamatan Lembar, Deni Hamdani pihaknya mengaku banyak warga setempat yang menanyakan ke pihak desa terkait keterlambatan Rastra ini. “Banyak masyarakat yang tanya ke kami, kapan Rastra disalurkan. Karena selama tiga bulan ini Rastra belum disalurkan,” jelas Deni. Bahkan jelasnya, masyarakat banyak yang langsung ke rumahnya menanyakan kejelasan penyaluran Rastra ini.

Iklan

Menurutnya, dampak keterlambatan penyaluran Rastra ini begitu dirasakan dampaknya oleh masarakat kurang mampu. Sebab warga ini biasanya mengonsumsi beras tersebut, karena tak mampu membeli beras yang dijual di pasaran. Warga terpaksa menguras keringat untuk bisa memenuhi kebutuhan makan saja. Belum lagi kebutuhan lainnya. Menurutnya keterlambatan ini menyusahkan dan menambah beban warga kurang mampu.

Terkait pengurangan jatah Raskin, Deni mengaku belum memperoleh informasi resmi dari Pemda.Ia berharap agar pemangkasan penerima bantuan ini diberitahukan ke desa, agar pihak desa bisa mensosialisasikan ke masyarakat bawah. Disamping itu, pihak desa tidak kelabakan akibat pemangkasan tersebut, lebih-lebih pihak desa perlu melakukan antisipasi dampak di bawah.

Ia menyebut, jumlah penduduk di Desa setempat 4.039 jiwa dengan 1.225 KK. Warga ini tersebar di enam dusun yakni Dusun Gunung Gundil, Gunung sari, Baturimpang Utara, Baturimpang Selatan, Karang anyar dan Gradana. Dari total jumlah penduduk ini, hampir semua memperoleh Rastra sebab pola pembangian merata khusus bagi warga kurang mampu.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Lobar, Hj. I Made Ambarwati menyatakan, terkait penyaluran Rastra ini memang belum sebab pihaknya perlu melakukan pendataan ulang bagi penerima yang bakal dipangkas. Sejauh ini sudah ada kuota penerima Rastra di Lobar, namun perlu disisir lagi sebab ada pengurangan penerima tersebut.

“Kami upayakan dua pekan selesai ini barulah dikirim ke provinsi untuk disalurkan Rastra ini,” tukasnya. Terkait perlunya pemberitahuan ke desa terkait pengurangan Rastra ini, pihaknya bakal merancang sosialisasi dengan mengumpulkan desa. Kalaupun tidak bisa, pihaknya melalui petugas TKSK bakal memberikan permakluman ke desa. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here