Masuki Pancaroba, Waspadai Ancaman Bencana

Ilustrasi bencana di musim hujan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Masyarakat NTB diminta waspada terhadap sejumlah bencana yang berpotensi terjadi pada bulan Oktober dan November. Karena, pada bulan Oktober dan November, NTB memasuki musim pancaroba, yaitu peralihan musim kemarau ke musim penghujan.

‘’Dalam masa peralihan musim atau pancaroba. Kebetulan musim pancaroba di NTB berada di bulan Oktober, perlu diwaspadai munculnya hujan secara tiba-tiba, sangat sporadis, kencang dan durasi yang pendek tetapi lebat,’’ kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Satisun Klimatologi Lombok Barat, Luhur Tri Uji Prayitno, S.P., M. Ling., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 4 Oktober 2020.

Iklan

Selain hujan lebat disertai angin kencang, pada musim pancaroba juga berpotensi angin puting beliung. Kemudian, angin kencang dengan rata-rata kecepatan 40 knot. ‘’Harus kita waspadai di bulan Oktober ini. Masyarakat harus mewaspasai genangan, banjir, pohon tumbang dan tanah longsor,’’ tambahnya.

Menurut Luhur, sejumlah potensi bencana di musim pancaroba sering terjadi setiap tahun. Untuk itu, untuk mencegah dampak yang ditimbulkan, maka pohon-pohon yang lebat harus dipangkas. Begitu juga selokan atau saluran drainase harus dibersihkan.

‘’Karena masa pancaroba kita waspadai hujan lebat, angin kencang dan puting beliung,’’ ujarnya.

Luhur mengatakan, NTB belum memasuki musim hujan, meskipun ada beberapa kali turun hujan. NTB akan memasuki musim hujan pada dasarian pertama atau 10 hari pertama bulan November sampai dasarian kedua Desember 2020.

Awal musim hujan di setiap daerah di NTB berbeda-beda. Karena di NTB, kata Luhur, ada 21 zona musim atau ZOM. Sehingga dalam satu kabupaten, ada yang awal musimnya berbeda. Walaupun berbeda awal musimnya, namun jaraknya tidak terlalu jauh, ada yang 10 hari atau 20 hari.

‘’Jadi, awal musim hujan kita (NTB) antara awal November sampai Desember dasarian kedua. Puncak musim hujan di Januari sampai Februari 2021,’’ tuturnya.

Luhur menjelaskan, puncak musim kemarau di NTB sudah dilalui pada Agustus lalu. Sekarang, merupakan akhir dari musim kemarau yang disebut musim pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Meskipun di NTB sudah mulai turun hujan, khususnya di Pulau Lombok. Luhur mengatakan masih ada sejumlah daerah di Pulau Sumbawa yang belum turun hujan di atas 60 hari, seperti Dompu dan Bima.

‘’Kalau Pulau Lombok, sudah mulai ada hujan. Bukan berarti kalau musim kemarau tak ada hujan sama sekali, ada hujan tapi sangat rendah. Apalagi Oktober ini musim pancaroba, ada sekali-kali turun hujan,’’ jelasnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional