Masuk Zona Oranye, Objek Wisata di Loteng Ditutup

Masuk Zona Oranye, Objek Wisata di Loteng Ditutup

Praya (Suara NTB) – Seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) diputuskan akan ditutup mulai Kamis, 20 Mei 2021 sampai dengan Minggu, 23 Mei 2021 mendatang. Penutupan tersebut dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, yang disampaikan kepada seluruh Forkopimda se-Indonesia, Senin, 17 Mei 2021. Hal itu juga sudah diputuskan dalam rapat koordinasi Forkopimda Loteng, Selasa, 18 Mei 2021 siang.

Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., kepada Suara NTB, Selasa sore menjelaskan, kalau objek wisata hanya bisa dibuka di daerah yang status penyebaran Covid-19 berwarna kuning dan hijau. Itu pun dibuka dengan penerapan protokol Covid-19, di mana pengujung yang dibolehkan masuk objek wisata dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitasnya.

Iklan

Adapun untuk daerah yang berstatus oranye serta merah, diinstruksikan seluruh objek wisatanya harus ditutup. “Dan, Loteng termasuk daerah dengan penyebaran Covid-19 berstatus oranye. Sehingga sudah diputuskan seluruh objek wisatanya akan ditutup,” terangnya.

Terkait keputusan tersebut, nantinya Bupati Loteng, Kapolres Loteng, Dandim Loteng dan pihak terkait lainnya akan mengeluarkan maklumat bersama. Maklumat itu sebagai dasar bertindak sekaligus permakluman kepada seluruh pengelola objek wisata. “Maklumat maupun Surat Edaran Bersama Bupati, Kapolres, dan Dandim terkait hal ini akan segera dikeluarkan,” imbuhnya.

Diakuinya, keputusan tersebut memang cukup berat untuk bisa diterima. Terutama bagi para pengelola tempat wisata di daerah Loteng. Namun mau tidak mau harus dilakukan, selain karena itu sudah menjadi intruksi pemerintah pusat, tetapi juga karena melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Loteng yang belum bisa dikendalikan.

“Ini semua dilakukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Loteng,” tegasnya.

Untuk antisipasi wisatawan yang akan masuk ke Loteng, aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, Sat Pol PP hingga BKD akan melakukan penyekatan di pintu-pintu masuk wilayah. Termasuk juga di pintu masuk menuju objek wisata. Terutama objek wisata pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. “Nanti akan ada penyekatan lagi,” tandas Esty.

Diakuinya, sebelumnya memang ada diskusi bersama dengan perwakilan organisasi dan pelaku wisata di Loteng terkait rencana pembukaan objek wisata. Tapi karena destnasi wisata yang akan dituju sebagian besar wisatawan adalah pantai, di satu sisi sebagian kawasan pantai belum dikelola dengan baik termasuk penerapan protokol kesehatannya sehingga diputuskan tetap ditutup. “Sekali lagi ini semua demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional