Masuk SMA/SMK, Calon Peserta Didik Diharuskan Jalani Pemeriksaan Fisik

H. Mashun. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Memasuki masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021, para siswa di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) khususnya tingkat SMA/SMK,SLB sederajat diharuskan untuk menjalani pemeriksaan fisik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan supaya para pelajar terbebas dari perilaku-perilaku menyimpang.

‘’Pemeriksaan fisik ini berupa dipastikan peserta didik baru tidak memakai anting, bagian tubuhnya terbebas dari tato dan terbebas dari penggunaan narkotika,’’ tegas  Kepala Unit Dinas Dikbud NTB Kabupaten Lotim, Dr. H. Mashun, MAP.,MPd., Kamis, 3 Juni 2021.

Iklan

Dikatakannya, untuk pemeriksaan fisik ini akan dilakukan pada pra pendaftaran PPDB. Pada pra pendaftaran itu, para siswa mengambil blangko di sekolah tujuannya dan dilakukan pemeriksaan fisik tersebut. Hasil dari pra pendaftaran itulah yang menjadi syarat mutlak bagi calon siswa untuk mendaftar di sekolah tujuannya. Pra pendaftaran ini dilakukan mulai dari tanggal 2 sampai 9 Juni 2021. Dalam pelaksanaan pendaftaran ini nantinya bersifat online dan offline.

 “Apabila adanya calon siswa yang ditemukan memakai anting, ada tato dan positif narkoba. Kita pastikan tidak diterima di sekolah negeri baik SMA, SMK dan di SLB. Kita akan arahkan masuk ke sekolah-sekolah swasta,”terangnya.

Untuk penerimaan peserta didik baru di tahun 2021 ini, calon peserta didik yang masuk ke SMA tetap menggunakan sistem zonasi. Berbeda halnya dengan SMK sistem zonasi ditiadakan, melainkan akan menggunakan sistem jurusan. Misalnya di SMKN 1 Selong, fokus kejuruan teknologi rekayasa dan teknik bangunan, SMKN 2 Selong fokus kejuruannya manajemen dan bisnis.

Selanjutnya untuk SMKN 1 Pringgabaya fokus kejuruannya teknologi industri, SMKN 1 Sambelia fokus kejuruannya energi dan listrik, SMKN 1 Sakra fokus kejuruan agrobisnis dan peternakan, SMKN 1 Pringgasela fokus kejuruan pertanian dan perkebunan, SMKN 3 Selong fokus kejuruannya perhotelan dan budaya, dan SMKN 1 Sikur dan SMKN 1 Masbagik yang menjadi fokus kejuruannya teknik jaringan.

  “Untuk SMK ini sifatnya fokus ke kejuruan. Jadi peserta didik tinggal memilih SMK dengan kejuruan yang diminatinya,”paparnya.

Sedangkan sistem zonasi untuk SMA masih diberlakukan supaya calon siswa tidak loncat kemana-mana. Seperti SMAN 1 Selong zonasi yaitu Kelurahan Kelayu, Kelayu Selatan, Kelayu Utara, Kelayu Jorong, Kelurahan Selong dan beririsan dengan Kelurahan Pancor. Begitupun untuk SMAN 3 Selong, juga zonasinya Kelurahan Selong, Kelurahan Pancor, Kelurahan Rakam, dan Sakra.

Begitupun untuk SMAN 1 Labuhan Haji, beririsan dengan Kelurahan Kelayu, Kolerko, Ijobalit, Geres, Tanjung Teros, Penedagandor dan Desa Labuhan Haji. “Jadi tidak seperti kemarin yang harus menggunakan sistem zonasi. Tapi ada irisan-irisan juga terutama yang dekat-dekat, tapi tujuannya tidak boleh lompat-lompat ke zonasi yang lain,”jelasnya. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional