Masuk NTB Lewat Udara Tidak Wajib PCR

Calon penumpang sedang mengantre untuk boarding di BIZAM. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Persyaratan masuk ke NTB melalui jalur udara semakin dipermudah. Menyusul keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur NTB Nomor: 180/11/KUM/Tahun 2021, tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan level 2 di NTB, calon penumpang pesawat dari yang hendak masuk NTB melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) kini tidak harus melakukan tes RT-PCR. Cukup dengan tes swab antigen saja.

Demikian diungkapkan General Manager (GM) PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok Internasional Airport (LIA) Nugroho Jati, Jumat, 3 September 2021. Kebijakan tersebut mulai berlaku, Rabu, 2 September 2021.

Iklan

Sebelumnya, syarat perjalanan domestik dengan pesawat udara menuju Provinsi NTB wajib melampirkan hasil negatif RT-PCR dan kartu vaksin minimal dosis pertama. Namun kini cukup dengan keterangan hasil negatif rapid test antigen saja dengan masa tes 1×24 jam. Tetapi harus menyerahkan kartu vaksin dosis kedua.

Jika kalau menggunakan kartu vaksin dosis pertama, tetap harus melampirkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR dengan tes dilakukan maksimal 2×24 jam sebelumnya perjalanan. Sementara untuk keberangkatan ke wilayah luar NTB, ditetapkan aturan PPKM yang berlaku di daerah tersebut “Ketentuan penggunaan hasil rapid test antigen dan kartu vaksin dosis kedua tersebut hanya berlaku untuk penerbangan udara menuju Provinsi NTB,” tegasnya.

Untuk pelayanan rapid test antigen sendiri tetap tersedia di BIZAM. Bahkan tarif layanan pemeriksaan rapid test antigen sendiri di BIZAM saat ini juga turun menjadi Rp109 ribu. Sementara tarif layanan RT-PCR saat ini ditetapkan sebesar Rp525 ribu.

Tarif tersebut sudah disesuaikan dengan SE Kementerian Kesehatan, tentang batas tarif tertinggi Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Ag) tertanggal tanggal 1 September 2021 lalu. “Jadi selain mudah, persyaratan juga lebih murah,” imbuh Jati.

Dengan turunnya tarif layanan pemeriksaan rapid test antigen dan RT-PCR serta diperbolehkannya penggunaan rapid test antigen asalkan sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap tersebut diyakini dapat membuat pandemi Covid-19 bisa lebih terkendali. Mobilitas transportasi udara yang aman dan sehat dapat terwujud.

“Ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk melakukan perjalanan udara. Sehingga trafik penerbangan khususnya di BIZAM perlahan bisa terus meningkat,” pungkasnya. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional