Masuk Musim Kemarau, PDAM Lotim Pusing

Selong (Suara NTB) – Menjadi hal yang biasa terjadi menjelang kemarau, debit air di sejumlah mata air terus mengalami penyusutan. Kondisi ini tidak ditampik Direktur Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Rusdi. Tidak mengherankan, krisis air bersih ini di Lotim meluas. Tidak saja bagi masyarakat Lotim bagian selatan. Sejumlah desa di Lotim bagian utara juga turut kena dampak.

Berkurangnya debit air setiap musim kemarau, katanya, menjadi lumrah terjadi. Menyikapi hal ini pihak PDAM pun sudah mencoba untuk melakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan stok air bersih bagi ribuan pelanggan. Salah satunya dengan menyiapkan sumur bor. Sumur, seperti dipersiapkan untuk warga Kota Selong dan sekitarnya.

Iklan

Tambahan sumur bor ini diharapkan bisa membantu ketersediaan air yang masih ada. Soal penyusutan air, lanjutnya semasa kemarau ini diprediksi PDAM akan terjadi hingga bulan November mendatang. “Kalau sudah datang kemarau ini,  kita mulai pusing,” akuinya belum lama ini.

Sementara itu, Desa Prigi Kecamatan Suela Kabupaten Lotim adalah salah satu desa yang ada di bagian Utara Lotim yang sudah mulai merasakan krisis air bersih. Menurut penjelasan Kepala Desa Prigi, Darmawan, sejumlah dusun di wilayah Desa Prigi sudah memusingkan masalah air.

Di antara kekadusan yang mengalami krisis air bersih adalah Bagik Atas, Aik Beta, Dusun Sumur, Gunung Rawi, Gunung Iling dan lainya. Masyarakat Desa Prigi, termasuk Dusun Adat Limbungan selama ini mengambil air dari Mata Air Sandongan yang berada beberapa kilometer jauhnya di sebelah utara Desa Prigi.

Kondisi air di dari mata air tersebut pun diakui mengalami penyusutan tajam. “Memang mata air kita ini sudah mulai mengalami penyusutan,” ungkapnya.

Saat ini kemampuan dorongan air hanya bisa 8-10 liter per detik. Pada saat  normal, air bisa sebesar 15 liter per detik, sehingga bisa memenuhi konsumsi sebagian besar masyarakat Prigi.

Khusus Kampung Adat Limbungan Desa Prigi ini diakui setiap tahun selalu mengalami krisis air bersih juga saat kemarau parah melanda. Harapannya tahun ini masyarakat adat Limbungan ini tidak terkena dampak krisis air bersih. “Kondisi sekarang, stok air yang masuk Limbungan masih cukup untuk konsumsi masyarakat,” demikian Kades Prigi. (rus)