Masuk Lubang Ratusan Meter, Selamatkan Diri dengan Seutas Tali

Giri Menang (Suara NTB) – Tiga Belas penambang ilegal menjadi korban dalam insiden di lokasi tambang Gunung Suge, Dusun Slodong,  Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat (Lobar). Dari 13 korban tersebut, tujuh orang meninggal dan enam orang selamat.

Korban selamat, sampai saat ini masih dirawat di Puskesmas Sekotong. Pengakuan dari para korban, proses penyelamatan  berlangsung dramatis menggunakan peralatan seadanya. Diantara mereka mengaku trauma atas kejadian tersebut sehingga kapok menjadi penambang lagi. Namun ada juga yang ingin kembali menjadi penambang.

Iklan

Seperti pengakuan Gonjok alias Menter asal Dusun Lekong Jae, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Ia tak menyangka kejadian itu merenggut nyawa tujuh orang rekannya sesama penambang.

Gonjok mengaku sebelum kejadian, ia masuk lubang pada Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 20.00 Wita. Selanjutnya, belakangan penambang lain yang satu kelompok dengannya menyusul masuk lubang yang sama.

Ia bersama empat rekannya masuk sampai ke dasar lubang dengan kedalaman sekitar 200 meter lebih. Sedangkan penambang yang masuk belakangan ada di kedalaman sekitar 100 meter lebih.

Setelah hampir 4-5 jam di dalam lubang, ia dan rekannya merasa ada yang aneh. Ia mencium bau tak biasa. Namun ia belum menyadari jika itu berasal dari asap pembakaran karet ban kendaraan. Ia dan rekan-rekannya pun melanjutkan menggali lubang dan mencari batu berisi emas.

Tak lama katanya, sekitarnya pukul 02.00 dini hari ia dan rekan-rekannya mulai merasa pusing dan baru menyadari bahwa bau tak sedap dan menyengat itu bersumber dari kepulan asap.

Kondisi lubang pun mulai pengap dipenuhi asap sehingga mengakibatkan ia dan rekan-rekannya mulai panik. Ia dan tiga rekannya pun berusaha menyelamatkan diri dengan mencoba naik ke permukaan. Namun karena kondisi semakin pengap akibat asap, ia pun nyaris pingsan.

Untungnya, ia bersama rekannya berinisiatif membasuh muka dengan air untuk menghilangkan rasa perih di mata akibat paparan asap.

‘’Kami bisa naik ke permukaan menggunakan seutas tali yang sudah terpasang untuk turun naik para penambang,’’ tuturnya dengan kondisi masih lemah saat ditemui di Puskesmas Sekotong.

Ia terus berupaya menyelamatkan diri dibantu oleh warga yang saat itu datang memberikan pertolongan. Akhirnya ia bersama rekan-rekannya bisa naik ke atas permukaan.

Namun, naas menimpa rekannya bernama Sahdan alias Kentung. Korban meninggal karena terlalu lama di dalam lubang akibat tak kuasa mengangkat tubuhnya yang terlalu besar.

Menurutnya, kemungkinan yang banyak meninggal adalah penambang yang masuk belakangan. Karena mereka lebih dulu terpapar asap.

apakah sebelum masuk ke lubang, ada pembakaran ban? Menurutnya saat itu masuk lubang tidak ada aktivitas pembakaran. Namun baru beberapa jam kemudian ia merasakan asap masuk ke dalam lubang.

Ia menduga, kepulan asap itu masuk melalui lubang lain, karena di dalam lubang terdapat beberapa lubang yang tembus. ‘’Asap itu kemungkinan masuk  lewat lubang jebolan lain,’’ duganya.

Ia mengaku dalam satu kelompok penambang ada 13 orang. Per kelompok bergiliran masuk ke lubang. Dalam semalam katanya, puluhan orang masuk ke dalam lubang “cair” milik warga bernama Budi tersebut.

Lokasi tambang ini sendiri telah lama dibuka oleh penambang. Namun baru beberapa waktu terakhir ramai karena ditemukan emasnya.

Ketika ditanya apakah akan kembali menjadi penambang? Menter menjawab akan istirahat dulu. Ia akan berhenti sementara waktu sembari mencari pekerjaan lain. Sebab diakuinya pekerjaan memang sangat susah saat ini. Menjadi penambang, hanya pilihan terakhirnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Lobar HL Saswadi yang mengunjungi korban di Puskesmas sekotong Rabu kemarin mengatakan, bahwa musibah ini tak disangka-sangka terjadi. Sebab lokasi tambang emas Sekotong sendiri semenjak beberapa tahun terakhir tak lagi ramai penambang. Tidak seperti tahun 2012 lalu penambang marak karena memang lokasi tambang banyak ditemukan emas.

‘’Ini cukup mengejutkan kita semua. Karena lokasi tambang Sekotong ini lama sepi penambang. Ini jadi bagian perhatian serius kita ke depan,’’ ujar Saswadi. Pemda jelasnya akan mengupayakan menentukan bantuan dan santunan kepada keluarga korban meninggal. (her)