Masuk Kerja Hari Sabtu-Minggu, Bupati Lobar Setuju Kebijakan Pusat

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, SAg, MSi, mengaku tidak masalah jika harus menerapkan kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tengah untuk menambah hari kerja Sabtu-Minggu. Bupati mengaku siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Orang nomor satu di Lobar itu menegaskan, sebagai kepala daerah pastinya akan mengikuti segala aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Sebab penambahan hari kerja ini dilakukan dengan alasan, untuk mendorong peningkatan layanan publik di akhir pekan. ”Pasti kita ikuti instruksi pusat itu, kalau memang seperti itu,”  katanya di kantor bupati belum lama ini.

Iklan

Bupati menegaskan, pihaknya tetap ikut apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat. Namun ia belum bisa berkomentar banyak, karena masih menunggu kepastian dari kebijakan tersebut nanti.

Terkait rencana ini, di kalangan PNS Pemkab Lobar memberikan jawaban beragam. Sebagian besar menolak tak sedikit juga PNS mendukung langkah Menpan RB itu. Bagi mereka yang menolak, kebijakan tersebut lantaran menilai kebijakan dipaksakan. Apalagi jika harus masuk kerja di hari Minggu. Sementara jika kembali menerapkan enam hari kerja, jawaban mereka rata-rata tidak masalah.

Saat ini Pemkab Lobar tengah menerapkan lima hari kerja. Di mana setiap hari mulai dari Senin hingga Jumat, para pegawai di lingkup Pemkab masuk mulai pukul 07.30 Wita. Kemudian pulang pukul  16.00 Wita. Apalagi Menpan RB sedang menggodok PP tidak hanya soal penambahan hari kerja, tapi juga mengatur tentang gaji PNS. Salah satu poin PP yang dibahas yakni, PNS yang membidangi pelayanan publik, Sabtu-Minggu masuk.  (her)

  SMKN 2 Dompu Laksanakan UN secara Manual

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here