Masuk ke NTB Wajib Kantongi Hasil ‘’Rapid Test’’ Non Reaktif

Ilustrasi rapid test. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Peningkatan kasus positif Covid-19 di NTB membuat Pemprov semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan dari luar daerah. Penegakan Standard Operating Procedure (SOP) di pintu masuk NTB, seperti pelabuhan dan bandara akan kembali dioptimalkan.

‘’Tetap protokol bagi pelaku perjalanan kita terapkan. Yang masuk ke daerah kita, pastikan (hasil) rapid test non reaktif. Kalau ada penemuan kasus, kita lakukan treatment pada mereka,’’ ujar Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Povinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 22 September 2020.

Iklan

Gita mengatakan, Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan menyurati pengusaha jasa transportasi khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) agar benar-benar memastikan seluruh penumpang yang masuk ke NTB sudah mengantongi rapid test dengan hasil non reaktif.

‘’Dia menggunakan moda transportasi laut dengan bus juga bahaya. Apalagi bus AKAP, dengan durasi sekian lama di dalam bus. Kita sama-sama ingin selamat. Sudah kita bersurat ke penyedia jasa transportasi. Kita memastikan yang masuk ke daerah kita dalam keadaan sudah rapid test,’’ ujarnya.

Sekda NTB ini mengatakan SOP bagi para pelaku perjalanan yang masuk ke NTB sudah ada. Tinggal dilakukan penegakan untuk memastikan orang yang masuk NTB benar-benar bebas terpapar Covid-19 yang dibuktikan dengan hasil rapid test non reaktif.

‘’Kita menegakkan SOP. SOP sudah ada. Tegakkan SOP. Ada KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) di pelabuhan melakukan pengawasan,’’ tandasnya. (nas)