Massa FPR Menolak Penggusuran Tanah Rakyat

Mataram (suarantb.com)Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) berunjuk rasa mengecam dan menolak pengosongan tanah secara paksa. Aksi digelar di Perempatan Majapahit Mataram, Minggu 24 Juli 2016. Mahasiswa menolak pengosongan tanah secara paksa yang dinilai berkedok membangun masjid desa.

Seorang massa aksi, Zul Harmawadi pada suarantb.com mengatakan aksi yang mereka gelar adalah aksi respon cepat terkait penggusuran lahan kawasan ITDC di Dusun Ketapang Raya Desa Kute Lombok Tengah.

Iklan

“Ini adalah aksi respon cepat yang kami lakukan untuk penolakan penggusuran lahan warga,” ujar Wadi.

Menurut Wadi, kronologis penggusuran bermula dari surat yang diterima masyarakat bernomor pemb.451.2/61/VI/2016 dalam hal pengosongan lahan untuk pembangunan masjid dan meminta untuk dikosongkan pada tanggal 24 Juli 2016.

“Sementara itu juga ada lahan pertama yang dikosongkan untuk dibangun masjid oleh PT. ITDC seluas 8 hektar yang mengakibatkan rusaknya lahan pertanian dan 15 rumah tanpa ada relokasi terlebih dahulu,” sambung Wadi.

Sementara massa aksi lainnya berorasi menolak agama dijadikan alat untuk penggusuran tanpa ada persetujuan dari masyarakat.

Dalam tuntutannya FPR mengecam dan menolak pengosongan lahan secara paksa, serta hentikan monopoli atas tanah, dan usir PT. ITDC dari tanah rakyat. (szr)

  Gudang Toko Mainan dan Kembang Api Terbakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here