Massa Desak Pemicu Konflik di Bima Diusut

Bima (Suara NTB) – Puluhan masyarakat Laju Kecamatan Langgudu, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima, Senin, 15 Mei 2017. Mereka mendesak dugaan pelanggaran pemicu dan pascakonflik yang terjadi antardesa Laju dan Tolo Uwi, belum lama ini segera diusut.

Masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan mahasiswa, pemuda dan pelajar Laju itu, menilai konflik yang terjadi akibat ketidaksigapan pemerintah dan aparat kepolisian mendeteksi dini terjadinya konflik.

Iklan

Menurut koorlap, Hamzah sebelum terjadi ketegangan antara dua desa, sejumlah pemuda desa Laju sempat mendatangi desa Tolo Uwi, untuk mengklarifikasi dugaan perampokan HP milik warga desa Laju yang diduga dilakukan oleh oknum warga Tolo Uwi.

“Tapi niat baik ini tidak diinginkan. Bukannya diterima dengan baik tapi kedatangan sejumlah pemuda Laju mendapat reaksi berlebihan dari warga Tolo Uwi,” katanya.

Hamzah mengaku, sebelum mendatangi desa tersebut untuk melakukan klarifikasi, pihaknya telah berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pihak aparat pemerintahan desa Tolo Uwi dan Polsek Monta. Hanya saja, tidak mendapat respon.

Selain itu, massa aksi juga menuntut agar kasus meninggalnya Ovandiasnyah, warga desa Laju, yang mengalami luka bocor pada bagian kepala belakang diusut tuntas. Karena menurut Hamzah, korban terkena luka tembak aparat.

“Kami meminta agar tindakan represif aparat hingga jatuhnya korban jiwa diusut sampai tuntas,” terangnya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman MT didampingi anggota DPRD Syaiful, saat memenerima aspirasi masyarakat, mengaku, pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Kami sangat apresiasi kedatangan massa. Terkait tuntutan ini akan kami tindaklanjut segera,” pungkas Sulaiman. (uki)