Masker Scuba Dilarang, Omzet Pedagang Masker di Mataram Menurun

Penjual Masker Scuba di Mataram mengobral Masker yang dijual karena permintaan menurun. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Omzet pedagang masker scuba di Kota Mataram menurun drastis. Terlebih setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat memperhatikan bahan penggunaan masker dan tidak merekomendasikan penggunaan masker scuba.

Salah satu pedagang masker scuba di Mataram, Sopian Hidayat, mengaku penurunan omzet penjualan maskernya mencapai 50 persen. Terutama setelah pemberitaan terkait penggunaan masker scuba yang tidak efektif mencegah penularan virus corona (Covid-19) santer disuarakan. “Ini banyak penurunannya. Kalau biasa bisa sapet Rp300 – 400 ribu sehari. Sekarang Rp150 – 100 ribu,” ujar Sopian, Kamis, 24 September 2020.

Iklan

Kondisi tersebut diakui merugikan. Pasalnya, stok masker scuba yang dimilikinya masih cukup banyak. Namun permintaan di msyarakat justru menurun. Menyikapi hal tersebut dirinya memutuskan untuk mengobral masker scuba yang dijualnya. Dari harga Rp10 ribu menjadi Rp5 ribu. “Dari bos juga menyuruh obral, tapi karena ada beritanya dilarang pakai masker scuba itu susah juga. Itu sangat berpengaruh,” jelasnya.

Menurut Sopian, sebelum masker scuba dilarang satu orang pembeli dapat memborong hingga 5-6 buah masker dalam satu kali pembelian. “Tapi sekarang paling cuma satu. Padahal stok kita masih banyak,” ujar Sopian. Pedagang masker scuba lainnya, Muhammad, menerangkan dalam kondisi saat ini pembeli masker scuba hampir tidak ada sama sekali. Padahal sebelumnya jumlah pembelian masker scuba yang dijualnya diakui cukup tinggi.

“Sekarang ini kadang-kadang tidak ada sama sekali. Lain dari sebelumnya, ini sepi sekali,” ujarnya. Menurutnya, saat ini dirinya hanya dapat menjual 1-2 masker per hari, sedangkan sebelumnya penjualan dapat mencapai 10 masker per hari. Kendati demikian, dirinya belum berani untuk mengobral masker yang dijualnya. Mengingat stok yang dimilikinya terbilang sedikit. “Nanti tidak balik modal. Harga ini kita jual 2 (masker seharga) Rp15 ribu. Kemarin kan harganya Rp10 ribu. Kalau temen-temen yang lain memang ada yang obral Rp5 ribu,” jelas Muhammad.

Menurutnya, masker scuba sebelumnya banyak diminati masyarakat karena banyak beredar di pasaran. Melihat penurunan yang terjadi, dirinya berharap stok masker yang dijualnya dapat terjual habis. “Kita juga tidak berani berspekulasi kenapa ini turun, cuma sekarang intinya sepi. Ini (stok) yang kemarin (yang dijual). Kita sudah tidak permah mengambil lagi (stok baru),” tandas Muhammad. (bay)