Masker Dijual Mahal, Laporkan!

Artanto. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Bukan cuma yang menimbun masker yang diancam pidana. Bagi yang menjual mahal pun bisa kena. Imbas virus corona COVID-19 di NTB membuat masyarakat kalap membeli masker yang biasanya hanya dijual Rp1.000 sampai Rp3.000 per lembarnya itu.

“Sampai saat ini belum ada yang menimbun. Yang menjual harga tinggi ini yang banyak,” ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto ditemui Jumat, 6 Maret 2020.

Iklan

Menurutnya, penjual masker dengan harga tinggi dapat menimbulkan gejolak di masyarakat. Di samping stok masker yang cepat habis belakangan ini. “Tidak pantas menjual harga tinggi. Segera lapor kalau ada menemukan agar segera kita tindaklanjuti. Walaupun itu apotek tetap akan kita tindaklanjuti,” ucapnya. Kondisi seperti, sambung dia, juga rentan penyebaran hoaks.

Penyebaran virus di daerah tertentu harus berasal dari sumber informasi yang valid. Bukan lewat unggahan-unggahan media sosial. “Kita cek faktanya, benar atau tidak itu. Unggahannya kita takedown, kita lidik, kita stempel hoaks. Banyak yang mau memanfaatkan situasi,” kata Artanto.

Unggahan media sosial terkait hoaks virus corona kini masuk pantauan patroli Siber dan cybertroops Polda NTB. sejauh ini yang terpantau baru tiga kasus. Dua unggahan di Kabupaten Sumbawa dan satu unggahan di Kabupaten Dompu. (why)