Masker Diduga Masih Dijual Mahal

Penumpang pesawat yang baru tiba di pintu kedatangan  BIL memakai masker saat berinteraksi. Tingginya permintaan bahan pelindung pernafasan ini, membuat harganya meroket hingga Rp 330 ribu per boks. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Klaim sejumlah supplier  yang mengaku stok masker kosong, diragukan masyarakat. Warga masih menemukan apotek pemasok masker menjual dengan harga Rp 300.000 sampai Rp 380.000 per kotak.

Pengakuan salah seorang pejabat pemerintah pusat yang berkantor di NTB, sempat kesulitan keliling mencari masker di wilayah Mataram. ‘’Akhirnya saya temukan di salah satu apotek di Ampenan.  Saya dapat yang harga Rp 300.000 per kotak,’’ kata sumber itu.

Iklan

Vee Gaffar, seorang karyawan swasta di Mataram punya pengalaman sama. Setelah keliling mencari, jawaban sejumlah apotek sama, stok masker kosong.  Akhirnya masker yang dicari ditemukan di salah satu apotek di Jalan Pejanggik.

‘’Kaget setelah tahu harganya, sampai Rp 330 ribu,’’ kata Vee.

Sempat menawar, tapi dalih karyawan supplier tersebut, angka itu jadi harga standard. Kesal dapat harga mahal, ia pun urung beli. ‘’Harganya terlalu mahal, ndak jadi beli,’’ sesalnya. Niatnya ingin melaporkan ke polisi, namun urung karena Vee mengaku tidak punya bukti kwitansi pembelian.

Jumaidi, warga Kelurahan Sayang- Sayang Cakranegara keliling ke sejumlah apotek di Mataram, mengaku stok masker masih ada. ‘’Tapi harganya sudah sampai Rp 300.000,’’ akunya.

Mengira hanya beberapa apotek yang jual dengan harga mencekik, aktivis Forum Transparansi Anggaran (Fitra) NTB ini, mencoba ke apotek dengan jenama terkenal. ‘’Tapi harganya sama. akhirnya saya beli karena butuh,’’ kata Jumaidi menunjuk ke salah satu apotek di wilayah Cakranegara.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto dikonfirmasi Suara NTB Jumat, 6 Maret 2020 menyarankan kepada masyarakat yang menemukan harga masker mahal agar segera melapor ke polisi. ‘’Silakan lapor  ke Kepolisian terdekat kalau menemukan harga terlalu tinggi,’’ tegasnya.

Sejak awal pihaknya mengingatkan pemasok tidak ambil untung memanfaatkan situasi sulit di tengah kepanikan masyarakat. Jika tidak ingin melapor langsung, disediakan kanal sosial media untuk melapor langsung.

Harga masker mahal jadi pemicu kepanikan masyarakat setelah virus Covid – 19  terdeteksi masuk ke Indonesia. Situasi ini rawan dimanfaatkan oknum penjual dengan harga berkali lipat. Situasi ini pun sudah direspons Polda NTB  bekerjasama  dengan tim Dinas Perdagangan Provinsi (Disdag) NTB.

“Kita akan sidak dalam waktu dekat setelah Kadis Perdagangan balik dari Jakarta,’’ katanya.

Namun sebelumnya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdag dan Dikes Kota Mataram, mengecek ke sembilan apotek yang jadi supplier masker di Kota Mataram.  Pengakuan pemilik dan karyawan apotek, stok masker sudah habis, bahkan jauh sebelum virus Corona diumumkan Presiden Joko Widodo. Guna memastikan itu, pihaknya akan agendakan sidak.

Bantah Jual Mahal

Berdasarkan pantauan Suara NTB, apotek di Jalan Pejanggik tidak lagi menyediakan masker kesehatan standar sejak beberapa pekan terakhir. Situasi itu tidak lepas dari pemesanan yang macet di distributor.

Seperti di Apotek Medismart, hanya tersedia masker N95 yang dijual dengan harga Rp 45 ribu untuk satu paket berisi dua buah masker.  Naik dari harga normal sebesar Rp 18 ribu sebelum kasus positif Corona ditemukan di Indonesia.

Selain itu, Apotek Medismart hanya memperbolehkan pembelian satu paket masker N95 per orang. Hal itu untuk menghindari pembelian berlebihan yang belakangan dilakukan oleh masyarakat.

Berbeda dengan itu, di Apotek Kimia Farma Pejanggik satu buah masker N95 dijual seharga Rp65 ribu. Harga tersebut mengikuti mekanisme harga dari distributor. Sementara untuk masker kesehatan standar telah kosong sejak beberapa pekan. (ars/bay)