Masih Zona Merah, Belajar dari Rumah di Lobar dan Mataram Hampir Pasti Dilanjutkan

H. Aidy Furqan dan H. Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) dampak dari pandemi Covid-19 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kota Mataram dipastikan dilanjutkan pada tahun ajaran baru nanti. Hal itu karena daerah tersebut masih berstatus zona merah Covid-19. Sementara untuk daerah lainnya akan dibuka peluang pembelajaran secara tatap muka dengan sistem shift atau blok, dengan kombinasi pembelajaran daring.

Sementara untuk pembelajaran di jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Mataram, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram menegaskan belum akan membuka pembelajaran langsung di sekolah, karena Kota Mataram masih berstatus zona merah. Disdik menunggu petunjuk Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 untuk kepastian membuka sekolah.

Iklan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 1 Juli 2020 mengatakan, pihaknya sudah membuat draf terkait dengan pembelajaran di tahun ajaran baru nanti. Pihaknya melakukan rapat dengan Kanwil Kemenag NTB untuk membahas hal tersebut. Nantinya ia akan mendiskusikan dengan gugus tugas penaganan Covid-19.

Aidy menjelaskan, tahun pelajaran baru tetap dimulai pada bulan Juli. Pihaknya membuka peluang melaksanakan pembelajaran secara tatap muka di sekolah. Dikbud NTB memilih opsi pembelajaran tatap muka dengan sistem shift atau blok, di mana akan dibagi siswa masuk sekolah secara bergiliran selama dua atau tiga hari dalam satu minggu. Sementara di sisa harinya ketika tidak masuk sekolah, siswa akan laksanakan pembelajaran daring dari rumah. “Tanggal 6 Juli kami coba uji keterbacaan untuk draf itu,” katanya.

Jika opsi kombinasi antara pembelajaran langsung dan daring itu disepakati, maka akan diuji cobakan dulu pada masa transisi pembelajaran normal baru pada bulan Juli dan Agustus. Aidy menegaskan, uji coba itu dilaksanakan pada sekolah di luar daerah zona merah. Maka untuk Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram tidak mengikuti uji coba. Kegiatan belajar dari rumah di daerah tersebut tetap dilaksanakan. “Kota Mataram dan Lombok Barat tidak boleh uji coba, masih tutup untuk pembelajaran langsung,” tegasnya.

  Pelajar Diimbau Tak Rayakan Hari Valentine

Nantinya, setelah uji coba pada bulan Juli dan Agustus, akan dilakukan evaluasi, barulah bulan berikutnya bisa dilaksanakan pembelajaran tatap muka dengan sistem shift tersebut. Di masa transisi tersebut sekolah menyiapkan protokol kesehatan. Selain sistem shift, durasi belajar pun tidak akan seperti kondisi normal sebelumnya.

Sementara itu, ditemui terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengatakan, kepastian pembelajaran tatap muka bergantung pada keputusan gugus tugas penanganan Covid-19. Kalau Kota Mataram masih berstatus zona merah, maka belajar dari rumah dengan sistem daring akan tetap dilaksanakan di tahun ajaran baru. “Kita tetap belajar daring, modul pembelajaran kami siapkan. Ada modulnya, untuk luring dan daring, mengatasi anak yang tidak punya sarana atau tidak punya kuota,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan daerah zona kuning, oranye, dan merah Covid-19 dilarang melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan di zona itu tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).  Dari keterangan resmi Kemendikbud, menyebutkan bahwa tahun ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pada bulan Juli 2020. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here