Masih Terjadi Ego Sektoral, Bupati Ingatkan Kepala OPD Tidak Jalan Sendiri-sendiri

Bupati H. Fauzan Khalid didampingi Wabup Lobar Hj. Sumiatun dan Sekda H. Baehaqi memimpin Rapim Akhir Tahun 2020, Rabu (30/12). (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid didampingi Wakil Bupati (Wabup) Hj. Sumiatun dan Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi memimpin  Rapat Pimpinan (Rapim) II di  Aula Kantor Bupati Lobar, Rabu, 30 Desenber 2020.  Rapim terakhir di akhir tahun 2020 ini dihadiri oleh semua Kepala OPD lingkup Pemkab Lobar, dan para camat.

Usai rapim, Sekda Lobar H. Baehaqi menegaskan, dalam rapim tersebut bupati memberikan arahan dan mengingatkan beberapa hal kepada semua jajaran OPD. Kinerja yang diperoleh OPD tertentu tidak merupakan hasil kinerja secara parsial, namun itu adalah kinerja daerah. Artinya, penekanan Bupati bahwa untuk mencapai tujuan dan memacu pencapaian pembangunan daerah yang maksimal perlu ada saling melengkapi (kompelementaritas) antar OPD, sinergi, saling isi antar OPD.

“Pak Bupati mengingtakan jangan ego sektoral, jalan sendiri-sendiri. karena OPD yang satu dengan OPD yang lain adalah satu kesatuan,” tegas sekda.

Bupati menekankan kepada semua OPD agar membangun team work yang kuat.  Karena di tahun 2021 kinerja harus lebih baik dalam pencapaian program.  Hal lain yang ditekankan bupati, jelas sekda, semua jajaran mulai dari sekda, asisten, kepala OPD dan staf ahli hingga paling bawah. Terkait penerapan manajemen risiko terhadap seluruh OPD termasuk kantor camat. Hal ini agar pembiayaan pemerintahan di Lobar, mulai dari rencana kerja, dan belanja OPD benar terkoneksi dengan rencana strategis, RPJMD.

Selain itu, penerapan maturitas SPIP juga menjadi atensi pimpinan pada tahun 2021. Bagaimana maturitas SPIP ini menjadi bagus, sangat tergantung dari semua jajaran, karena menyangkut kesungguhan, kualitas kerja, perhatian termasuk juga kuantitas. Sebab tercapainya kinerja daerah yang bagus akan terukur dari maturitas SPIP yang dikendalikan oleh kepala dinas itu sendiri. Karena itu, tahun depan seluruh potensi dan kemampuan harus dioptimalkan untuk berkoordinasi.

“Terutama Asisten, dan staf ahli akan turun secara reguler dan kontiniu untuk memberikan pembinaan kepada seluruh OPD, sehingga belanja derah menjadi lebih efektif, berpihak kepada masyarakat dan benar-benar mempercepat penurunan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Lobar Munawir Haris menilai masih terjadi ego sektoral, sehingga yang terlihat OPD msasih jalan sendiri-sendiri dalam melaksanakan program. “Yang kami lihat OPD ini justru jalan sendiri-sendiri, masih ego sektoral,” kritiknya belum lama ini.

Karena itu ia meminta pada Bupati Lobar agar persoalan ini menjadi atensi dan harus segera disikapi. Artinya kepala OPD yang kinerjanya jelek, tidak bisa bekerjasama harus diberikan sanksi tegas. (her)