Masih Misterius, Rantai Penyebaran Pasien Positif 01 KSB

Ilustrasi virus corona. (Sumber Foto: Pixabay)

Taliwang (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa Barat (KSB), mengaku belum menemukan mata rantai penyebaran Covid-19 terhadap pasien positif 01 KSB yang meninggal dunia 19 April lalu. Meski sebelumnya sempat dikaitkan dengan salah seorang pelaku perjalanan ke Gowa, tetapi hasil swab yang bersangkutan negatif. Hasil yang sama juga didapatkan dari orang terdekat pasien meski sempat melakukan perjalanan ke daerah terjangkit (Mataram).

“Sampai saat ini kami belum menemukan rantai penyebaran Covid-19 terhadap pasien 01 yang terkonfirmasi positif atas nama Tn SY (64) tersebut. Kami juga sudah melakukan pelacakan terhadap beberapa orang-orang yang sempat berhubungan dengan pasien tetapi hasilnya tidak ada yang reaktif,” ungkap Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin MM di posko utama, Minggu malam, 3 Mei 2020.

Iklan

Meski belum ditemukan, Pemkab mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk menekan penyebaran Covid-19 di KSB. Salah satunya dengan mengintensifkan penggunaan masker dan prilaku cuci tangan pakai sabun di tengah-tengah masyarakat. Hal itu perlu dilakukan karena saat ini sudah teridentifikasi ada dua klaster yang patut diwaspadai yakni klaster Gowa dan Magetan.

Bahkan, untuk klaster Magetan satu orang dari 10 orang terkonfirmasi positif Covid-19 atas nama Tn. AF (21) warga Kecamatan Poto Tano. “Kami tetap akan mengintensifkan pengawasan terhadap penggunaan masker oleh masyarakat agar menekan penyebaran virus tersebut,” ungkapnya.

Khusus untuk seorang klaster Magetan yang terkonfirmasi positif covid-19 saat ini Pemerintah masih melakukan pelacakan kontak. Bahkan saat ini tercatat sudah ada sekitar sembilan orang yang sempat kontak dengan pasien tersebut. Sembilan orang ini juga sudah mulai menjalani karantina terpusat di Rusunawa Balisung selama 14 hari kedepan.

Upaya tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 sehingga tidak ada penambahan kasus baru. ” Kami masih terus melakukan pelacakan kontak terhadap tambahan pasien positif covid-19 supaya tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari,” pungkasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here