Masih Ditahan, Jatah DD Semua Desa di Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Pencairan Dana Desa (DD) belum dilakukan sepenuhnya oleh pemerintah desa di Lombok Barat (Lobar). Pasalnya, sebanyak 93 desa belum mengajukan pencairan DD termin pertama ini. Akibatnya DD bagi desa ini pun masih ditahan.

Data dari Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lobar, dari 119 desa yang ada, baru 16 desa telah mengajukan permohonan pencairan. ”93 belum ajukan persyaratan pencairan,” kata Kabid Pemdes Ahmad Supaka, Selasa, 30 Mei 2017.

Iklan

Menurutnya, proses pencairan DD ke rekening desa bisa dilakukan apabila masing-masing desa telah memenuhi dua syarat. Pertama, harus ada Perdes dari APBDes. Keduanya, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan DD tahun 2016.

Supaka mengatakan, jika dua hal ini tuntas maka penciaran DD tinggal tunggu ditransfer ke rekening desa. Bahkan karena masih tingginya jumlah desa belum mengajukan pencairan, Dinas PMD turun menjemput bola sekaligus melakukan pembinaan kepada desa yang masih bingung menyusun laporan pertanggungjawaban melalui aplikasi siskeudes.

Mekanisme pencairan DD mulai tahun 2017 tak lagi melalui Badan Keuangan Daerah (BKD). Namun sudah beralih pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lombok Barat. Desa yang telah memenuhi persyaratan, sesuai jumlah DD akan ditransfer ke rekening masing-masing desa.”Eksekusi tahap pertama ini memang agak lamban, karena aplikasi siskeudes,” ujarnya.

Lambannya proses penyelesaian laporan menggunakan aplikasi siskeudes ini, disebabkan sejumlah desa baru pertama kali menerapkan. Supaka menyakini untuk tahap berikutnya, proses penginputan data ke siskeudes akan lebih mudah dan tidak memakan waktu lama.  ”Sebenarnya aplikasi (siskeudes) untuk menghindari kebocoran-kebocoran (DD),” jelasnya.

Jika dilihat dari masa pencairan oleh Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Maret sampai Juli merupakan masa eksekusi pencairan. Namun jika lewat dari Juli ini, barulah ada tindakan-tindakan administratif jika ada desa yang belum mengajukan pencairan.

Sekretaris Dinas PMD Lobar H. Makmun Muliadi mengakui proses pencairan DD termin pertama ini agak lambat, karena belum semua desa memahami aplikasi siskeudes. Karena itulah secara bertahap, pihaknya melakukan pembinaan dan membimbing desa yang mengalami kesulitan. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here