Masih Dilakukan Pemetaan, SK Guru Honorer Lulus UKG Tertunda

Aidy Furqan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) non Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah diumumkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB beberapa waku lalu. Namun pemberian SK Gubernur kepada guru honorer yang lulus UKG Non ASN masih menunggu selesainya pemetaan untuk penempatan mereka.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., mengatakan, SK Gubernur untuk penugasan guru honorer itu masih menunggu selesainya pemetaan penempatan mereka. Pihaknya masih memperhatikan penempatan di sekolah mana saja dan mata pelajaran apa saja.

Iklan

“Kami sedang sinkronkan data pokok pendidikan (Dapodik),” katanya.

Kondisi itu relatif cukup rumit karena beberapa waktu lalu juga terjadi mutasi guru, sehingga ada sejumlah posisi yang bergeser. Di samping itu, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu ada beberapa perubahan di sekolah, seperti ada sekolah jumlah siswanya kurang mengakibatkan jumlah jam mengajar bagi guru ikut berubah-ubah.

Berbagai hal itu menjadi pertimbangan dalam penempatan guru honorer.  “SK Gubernur bagi mereka sedang dipersiapkan, saat ini sedang dipetakan,” terang Aidy Furqan.

UKG non ASN diikuti oleh 5.014 peserta. Menurut Aidy sebanyak 1.157 dinyatakan lulus. Angka itu juga akan bertambah dengan sejumlah komplain yang dilakukan guru honorer. Masa kerja guru honorer menjadi pertimbanga  pada UKG non ASN itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketentuan terkait masa kerja yaitu peserta yang memiliki masa pengabdian 10 tahun atau lebih diberikan penambahan nilai 10 dengan nilai akhir UKG minimal 55,0.

Sementara peserta yang memiliki masa pengabdian 6 tahun dan kurang dari 10 tahun diberikan penambahan nilai 5 dengan nilai akhir UKG minimal 60,0 .Sedangkan, peserta yang memiliki masa 1 sampai dengan 6 tahun atau kurang dari 6 tahun diberikan penambahan nilai 2 dengan nilai akhir UKG minimal 63,0. (ron)