Masih Ada yang Abai Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19

Tri Budiprayitno (Suara NTB/dok)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP bersama aparat TNI/Polri telah menindak sebanyak 312 PNS dan 22.129 masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Ratusan PNS dan puluhan ribu warga tersebut ditindak karena melanggar Prokes Covid-19, yaitu tidak menggunakan masker saat berada di tempat umum.

Kepala Satpol PP NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si., menyebutkan, jumlah total masyarakat umum dan PNS yang ditindak karena tidak menggunakan masker sejak melakukan operasi masker 14 September 2020 – 18 Februari 2021 sebanyak 22.441 orang. Terdiri dari PNS sebanyak 312 orang dan masyarakat umum 22.129 orang.

Iklan

‘’Memang fakta menunjukkan masih ada masyarakat kita yang abai dalam penggunaan masker dan jaga jarak. Ini terus kita lakukan penegakan untuk pendisiplinan,’’ kata Tri dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin.

Tri merincikan sebanyak 312 PNS yang ditindak karena tak menggunakan masker di tempat umum. Sebanyak 144 PNS dikenakan sanksi denda sebesar Rp200 ribu per orang, sedangkan 171 PNS kena sanksi sosial, dengan memberikan hukuman membersihkan sampah di sekitar lokasi razia masker.

Rata-rata, kata mantan Kepala BPSDM NTB ini, alasan PNS maupun masyarakat umum yang kedapatan tak menggunakan masker karena lupa. ‘’Tapi tetap kita kenakan sanksi, karena tak menggunakan masker di tempat publik,’’ terangnya.

Ia mengungkapkan, hampir setiap dilaksanakan operasi gabungan bersama TNI/Polri, masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker. Padahal, menggunakan masker cukup penting untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan virus Corona.

Disebutkan,  khusus untuk 144 PNS yang dikenakan sanksi denda, tersebar di Kota Mataram 10 orang, Lombok Barat 54 orang, Lombok Utara 4 orang, Lombok Tengah 5 orang, Lombok Timur 4 orang, Sumbawa Barat 13 orang, Sumbawa 7 orang, Kota Bima 26 orang dan hasil penegakan tim provinsi sebanyak 21 orang.

Sedangkan PNS yang kena sanksi sosial, tersebar di Kota Mataram 2 orang, Lombok Barat 4 orang, Lombok Utara 2 orang, Lombok Tengah 30 orang, Lombok Timur 10 orang, Sumbawa Barat 2 orang, Sumbawa 120 orang dan Kota Bima satu orang.

Ia juga merincikan jumlah total warga NTB yang ditindak karena tidak menggunakan masker. Dengan rincian, Kota Mataram 603 orang, Lombok Barat 7.847 orang, Lombok Utara 2.262 orang, Lombok Tengah 1.692 orang, Lombok Timur 2.585 orang, Sumbawa Barat 767 orang, Sumbawa 2.719 orang, Dompu 537 orang, Bima 986 orang, Kota Bima 519 orang dan hasil penegakan Tim Provinsi sebanyak 1.924 orang. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional