Masih Ada Warga Mataram BAB Sembarangan

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Keinginan Kota Mataram menjadi wilayah open defecation free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan belum dapat tercapai 100 persen. Pasalnya, sampai saat ini masih ada warga yang masih buang air sembarangan (BAB). Setidaknya 272 kepala keluarga (KK) tercatat masih belum memiliki akses sanitasi yang layak terkait penyediaan jamban.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menerangkan 272 KK tersebut tersebar di empat kecamatan yang ada. Untuk itu, pihaknya mengharapkan stakeholder terkait dapat segera melakukan intervensi, terutama untuk mewujudkan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Iklan

“Ada beberapa daerah yang masih membutuhkan jamban. Ini salah satu yang harus kita fasilitasi, di samping kita perlu juga menyadarkan masyarakat untuk perilaku hidup yang lebih sehat,” ujar Mohan, Kamis, 9 September 2021.

Selain ratusan warga masih buang air besar sembarang, masalah lainnya yang muncul adalah adanya pelaku-pelaku swasta yang bergerak di bidang penyedotan limbah sanitasi membuang limbah tersebut di aliran sungai. Hal tersebut turut menjadi penghalang bagi Kota Mataram untuk mencapai sanitasi yang aman.

“Ini yang perlu kita awasi juga. Karena jumlahnya (pelaku usaha) ini memang banyak juga,” jelas Mohan. Sebagai bentuk intervensi, pihaknya telah menginstruksikan pengadaan jamban keluarga bagi KK yang membutuhkan serta pengawasan untuk pembuangan limbah sanitasi oleh perusahaan swasta. “Kita sudah tekankan juga ini ke kecamatan yang wilayahnya masih belum ODF,” sambungnya.

Kasubbid Sarpras Bappeda Kota Mataram, Lalu Satria Utama menerangkan jumlah KK yang belum memiliki sanitasi layak tersebut pada dasarnya terbilang sangat kecil. Namun penanganan diharapkan dapat menyeluruh untuk mewujudkan Kota Mataram layak dari segi sanitasi.

“Kalau kita persentasikan hanya sekitar 0,04 persen yang belum ODF. Di masing-masing lingkungan itu misalnya hanya ada 2-4 KK yang masih buang air besar sembarangan,” ujar Satria, Kamis, 9 September 2021.

Berdasarkan catatan pihaknya, Kecamatan Sekarbela menjadi wilayah dengan jumlah KK belum ODF terbanyak di Kota Mataram. “Untuk kelurahannya ada Jempong Baru, Dasan Cermen, Karang Pule, Pagesangan dan Pagesangan Timur, termasuk Punia,” ujarnya.

Upaya intervensi dilakukan dengan penyiapan akses sanitasi sesuai standar, terutama agar cairan limbah tidak merembes ke tanah. “Untuk  itu kita perlu sediakan tempat pembuangan limbahnya dengan septik tank, sesuai standar kota. Tempat pembuangan itu juga harus rajin disedot minimal 2-3 tahun sekali,” jelas Satria.

Kendati demikian, pola hidup masyarakat yang belum berubah diakuinya menjadi tantangan tersendiri di lapangan. Mengingat masih ada beberapa KK yang justru menolak menerapkan sanitasi sesuai standar yang ada.

“Ada beberapa masyarakat tidak mau menggunakan septik dan lebih memilih model jamban lama dengan deker. Karena itu kita upayakan ada campuran dengan septik dan juga resapan. Supaya kategorinya aman,” tandas Satria. (bay)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional