Masih Ada Perusahaan di KSB Belum Patuhi UMK Tahun 2016

Taliwang (Suara NTB) – Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2016 masih ditemukan kelemahan. Pasalnya ada beberapa perusahaan yang belum menerapkan UMK tersebut, seperti ada salah satu manajemen perusahaan yang tidak sanggup membayar sesuai dengan UMK yang telah ditetapkan.

“Hasil evaluasi terhadap pelaksaan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2016 relatif memuaskan. Dengan kisaran 80 persen sampai dengan 90 persen. Sementara untuk mengejar 100 persen sangat susah. Jadi nilai tersebut sudah cukup memuaskan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) KSB, H. Abdul Hamid, S.Pd, M.Pd kepada Suara NTB, Kamis, 3 November 2016.

Iklan

Namun pihaknya masih bisa memberikan toleransi terkait dengan hal tersebut. Bahkan dari jumlah perusahaan di KSB yang bergerak di sektor formal rata-rata sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hanya sebagian kecil saja yang bergerak di sektor non formal inilah yang masih terbengkalai. Tentu kepada perusahaan yang belum menerapkan hal tersebut lanjutnya, masih bisa diberikan kelonggaran waktu untuk terus mengejar dan menerapkan UMK sesuai dengan yang ditetapkan.

Apabila tidak juga bisa dilakukan maka pihaknya merekomendasi untuk melakukan perampingan karyawan. Serta melakukan peningkatan produktivitas perusahaan yang ada. Supaya angka tersebut UMK yang telah ditetapkan bisa  terealisasi. Seraya berharap, mudah-mudahan UMK di tahun 2017 bisa dilaksanakan dengan baik. Sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Dengan harapan evaluasi di tahun 2016 bisa lebih baik di tahun 2017 mendatang. Terutama menyongsong suasana baru di wilayah penambangan Batu Hijau. Dengan harapan sektor ekonomi yang ada di KSB bisa semakin menggeliat. (ils)