Masa Penahanan Berakhir, Tersangka Dugaan Tindak Pidana Perbankan Dibebaskan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tersangka dugaan tindak pidana perbankan di PD BPR NTB Cabang Sumbawa akhirnya menghirup udara segar. Tersangka berinisial I yang merupakan direktur bank setempat dibebaskan karena masa penahanannya berakhir pada Senin, 17 Juli 2017 lalu.

Setelah berakhirnya masa perpanjangan penahanan yang ketiga terhadap yang bersangkutan, berkas kasus tersebut yang membelit tersangka belum dinyatakan lengkap atau P21.

Iklan

Kasat Reskrim Polres Sumbawa, AKP Elyas Ericson, SH., SIK yang dikonfirmasi Selasa, 18 Juli 2017 kemarin mengakui sudah mengeluarkan tersangka. Mengingat masa penahanannya berakhir dan berkas perkara belum dinyatakan lengkap atau P21.

“Tersangka sudah dikeluarkan hari Senin kemarin, karena masa penahanannya sudah habis,” ujarnya.

Meskipun demikian, kata Ericson, bukan berarti proses penyidikannya berhenti. Proses hukum kasus ini tetap akan berlanjut. Mengenai berkas perkara diakuinya sudah dipenuhi sesuai dengan petunjuk jaksa dan sudah dikirimkan kembali pada Kamis lalu. Dimana pengiriman berkas tersebut sudah yang keempat kalinya dilakukan.

Saat ini pihaknya tengah menunggu berkas diteliti oleh pihak kejaksaan. Apakah berkas yang dikirim tersebut sudah terpenuhi atau belum. Jika berkas dinyatakan lengkap atau P21, maka tersangka akan dijemput untuk dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

“Kalau sudah dinyatakan P21, maka ditingkatkan ke tahap II. Tentu tersangka akan ditahan kembali di kejaksaan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, pihak kepolisian sebelumnya menahan Dirut PD BPR NTB Cabang Sumbawa berinisial I. Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana perbankan di bank setempat.

Bermula saat adanya laporan mengenai pembelian mobil dinas bank setempat Tahun 2015 lalu. Dimana ada cash back pembelian mobil sebesar Rp 70 juta. Dananya masuk ke rekening milik bank. Namun seorang pegawai diduga diminta mentransfer ke rekening pribadi oknum pimpinan.

Dalam kasus ini sudah beberapa kali bolak balik berkas tetapi belum dinyatakan P21. Sementara masa penahanan yang tersangka sudah tiga kali diperpanjang. (ind)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional