Masa Pandemi, Buah Malaka Jadi Bernilai

Suasana pelatihan pembuatan Teh Amla dan dan sabun antiseptik herbal, beberapa waktu lalu.(Suara NTB/Walhi NTB)

Tanjung (Suara NTB) – Kesulitan hidup di masa pandemi membuat banyak kreativitas baru bermunculan. Salah satunya dengan mengolah buah Malaka yang tersiakan, menjadi produk bernilai di pasaran. Hal itu disampaikan Direktur Walhi NTB, Murdani, SH, kepada Suara NTB, Sabtu, 28 November 2020. Menurut Murdani, produk dari Buah Malaka ini lahir dari program pendampingan Walhi dengan Yayasan Save Indonesia. “Ini bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascabencana Covid-19,” ujar Murdani.

Murdani menegaskan, Buah Malaka ternyata memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh. Buah bisa diolah menjadi teh herbal amla yang saat ini banyak diburu demi meningkatkan antibodi. “Kita sudah memproduksi hampir satu ton. Di KLU dan Sembalun,” ujar Murdani. Ia menambahkan, saat ini, pemerintah Desa Sesait melalui Bumdes bahkan sudah menyiapkan anggaran untuk pengembangan produk ini. Untuk mendukung kreativitas tersebut, Walhi membantu pemasarannya ke retail-retail. Selain teh amla, Walhi juga mendampingi warga membuat sabun antiseptik berbahan herbal. (aan)