Masa Jabatan Kepsek di Loteng Dibatasi Empat Tahun

Praya (Suara NTB) –  Pemkab Lombok Tengah (Loteng) akan mulai menerapkan pembatasan lama jabatan bagi kepala sekolah (kepsek) di daerah ini untuk semua jenjang dan tingkatan. Sesuai amanat peraturan pemerintah pusat, di mana masa jabatan kepsek hanya selama 4 tahun. Hal tersebut disampaikan Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT, akhir pekan kemarin.

“Untuk masa jabatan kepsek akan mulai kita batasi. Hanya 4 tahun untuk satu periode. Dan, bisa diberikan perpanjangan satu periode lagi jika dinilai berprestasi,” terangnya.

Iklan

Pembatasan lama jabatan kepsek berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA. Menurutnya, pembatasan lama masa jabatan kepsek dilakukan atas beberapa pertimbangan. Utamanya, untuk mendorong dan mempercepat proses regenerasi di kalangan guru. Di mana guru-guru yang dipandang layak menjadi kepsek bisa memperoleh kesempatan mengemban tugas sebagai kepsek.

 “Bagi kepsek yang telah selesai masa jabatannya, maka secara otomatis akan kembali sebagai guru biasa kembali,” tambahnya.

 Dalam proses penempatan kepsek nantinya, ada mekanisme. Di mana para calon kepsek harus lulus uji kompetensi sebagai kepsek. Minimal sudah bisa lulus seleksi calon kepsek. “Jadi walaupun guru bersangkutan dinilai layak. Namun belum mengikuti seleksi calon kepsek, maka belum bisa memangku jabatan kepsek,” terang Suhaili.

 Mantan Ketua DPRD NTB ini menambahkan, proses regenerasi di kalangan guru ini diharapkan juga bisa menjadi pemacu bagi para guru untuk bisa terus meningkatkan kualitas dan kompetensinya. Mengingat, persoalan mendasar yang dihadapi para guru di Loteng saat ini adalah kualitas dan kompetensi yang masih rendah.  Kalau cara mengajar, lanjutnya hampir semua sudah memenuhi syarat. Namun secara kualitas dan kompetensi, masih belum sesuai apa yang diharapkan. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here