Masa Belajar Mandiri di Rumah akan Diperpanjang Sampai 1 Juni

Lalu Fatwir Uzali, Aidy Furqan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Masa belajar mandiri siswa di rumah yang berakhir pada Senin, 11 Mei 2020 akan diperpanjang sampai dengan Senin, 1 juni 2020 mendatang. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) yang sampai saat ini belum mereda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., pada Jumat, 8 Mei 2020 mengatakan, pihaknya merencanakan perpanjangan masa belajar mandiri siswa di rumah sampai dengan tanggal 1 Juni 2020. “Suratnya sedang disiapkan untuk minta persetujuan gubernur,” katanya.

Iklan

Pihaknya juga meminta kepala sekolah memastikan para guru memberikan layanan belajar mandiri di rumah dengan tidak memberikan layanan yang berbentuk tugas secara kelompok. Melainkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dan efisien atau tetap di dalam rumah, atau bentuk layanan belajar mandiri lainnya.

“Agar kepala sekolah mengefektifkan kunjungan rumah (home visit) untuk memberikan layanan belajar secara konvensional di rumah bagi siswa yang tidak bisa belajar daring dengan menugaskan guru BP/BK atau guru yang relevan,” kata Aidy.

Kepala sekolah juga diminta menyampaikan laporan progress belajar mandiri yang dilaksanakan oleh setiap guru. Laporan disampaikan melalui Kepala Seksi Kurikulum SMA, Kepala Seksi Kurikulum SMA, dan Kepala Seksi Kurikulum PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB.

“Kepala sekolah juga menyampaikan progres hasil observasi tidak langsung atas aktivitas spiritual siswa selama bulan Ramadhan kepada Kepala Seksi peserta didik Bidang Pembinaan SMA, Bidang Pembinaan SMK, dan bidang PK PLK pada Dinas Dikbud Provinsi NTB,”jelas Aidy.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan masa belajar mandiri siswa di rumah sampai dengan 1 Juni nanti. “Karena dua minggu ke depan, kita merayakan Idul Fitri sampai dengan Lebaran Topat,” katanya.

Fatwir menegaskan guru diminta untuk terus memberikan materi pembelajaran dengan prinsip belajar dari rumah. Menurutnya respons orang tua siswa dengan konsep belajar dari rumah sudah cukup baik. “Hal-hal yang kurang akan kita perbaiki sesuai standar pelayanan,” katanya.

Sebelumnya, Fatwir juga mengatakan, guru-guru membuat model pembelajaran yang bisa dilaksanakan oleh siswa dengan kondisi seperti saat ini. Siswa harus mendapatkan pelayanan dasar dari guru-guru dengan segala metode. “Bila memungkinkan guru bisa hadir di kelompok kecil 4 atau 5 orang melakukan home visit atas kerja sama dengan orang tua,” katanya.

Masa belajar mandiri siswa di rumah sudah dilakukan sejak Senin, 16 Maret 2020. Evaluasi dan perpanjangan masa belajar di rumah dilaksanakan setiap dua minggu. Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pembelajaran dialihkan menjadi pembelajaran daring, semi daring, dan konvensional bagi siswa yang tidak memiliki sarana. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here