Marbot dan Guru Ngaji Diberikan Bantuan

0
Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memberikan bantuan kepada perwakilan fakir miskin, marbot dan guru ngaji pada Rabu, 4 Agustus 2021. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban ekonomi selama masa pandemi Covid-19. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram melalui Badan Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram memberikan bantuan kepada marbot, guru ngaji dan pengurus panti asuhan. Bantuan berupa uang tunai itu diharapkan mampu mengurangi beban selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Ketua Baznas Kota Mataram, H. Mahsar Malaka menjelaskan, penyerahan bantuan bagi pengurus masjid, guru ngaji, fakir miskin dan pengurus panti asuhan merupakan salah satu program pemerintah di tengah pandemi coronavirus disease atau Covid-19. Tujuannya adalah membantu meringankan beban masyarakat di tengah penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

IKLAN

Secara keseluruhan anggaran disiapkan mencapai Rp1.468.000.000. Rencananya akan disalurkan ke fakir miskin sejumlah 7.400 orang dengan nilai bantuan Rp150.000/orang. Marbot masjid sejumlah 238 orang dengan masing – masing memperoleh bantuan Rp500.000. Panti asuhan sebanyak 13 PA dengan jumlah bantuan Rp3 juta. Terakhir, guru ngaji TPA/TPQ 200 orang senilai Rp200.000/orang. “Total yang kita salurkan itu Rp1,4 miliar lebih,” sebut Mahsar ditemui Rabu, 4 Agustus 2021.

Alokasi anggaran ini sebenarnya untuk bantuan pendidikan siswa tidak mampu. Karena siswa tidak sekolah selama pandemi, sehingga dialihkan untuk guru ngaji dan marbot. Menurut Mahsar, guru ngaji dan marbot juga terdampak oleh wabah virus corona.

Untuk teknis pembagian bantuan selanjutnya akan diserahkan ke kelurahan. Kelurahan akan mengatur penyaluran dengan tetap mentaati protokol kesehatan. “Hari ini (kemarin, red) hanya simbolis. Sisanya kita serahkan ke kelurahan untuk membagi dengan sistem kupon, supaya tidak terjadi kerumunan,” tambahnya.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, bantuan diserahkan kepada perwakilan marbot, guru ngaji dan panti asuahan kerjasama dengan Baznas. Hal ini menjadi salah satu program pemerintah untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. “Setelah diberikan bantuan. Silahkan dibelanjakan untuk membeli kebutuhan pokok,” kata Walikota.

Walikota mengatakan, pandemi Covid-19 belum berakhir. Wabah ini tidak saja terjadi di Kota Mataram, melainkan juga terjadi di seluruh dunia. Karena menjadi masalah global, ia berpesan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. Di satu sisi, ia juga berpesan ke pengurus panti asuhan agar memperhatikan anak – anak yang dititipkan oleh orangtuanya. Anak – anak menurut Mohan, adalah aset dan akan menjadi masa depan negara. “Didiklah anak – anak kita dengan penuh keikhlasan. Saya juga berpesan supaya disela – sela kegiatan ibadah untuk mendoakan supaya pandemi segera berakhir,” demikian pesan Mohan. (cem)