Marak Pokemon Go, Pengawasan Taman Sangkareang Ditingkatkan

Mataram (suarantb.com) Maraknya permainan Pokemon Go yang sedang digandrungi anak-anak muda ini membuat Dinas Pertamanan Kota Mataram meningkatkan pengawasan di Taman Sangkareang. Pasalnya para pemain Pokemon Go kerap berkumpul di Taman Sangkareang untuk memburu Pokemon.

Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menyampaikan pihaknya menambah jumlah Satgas Pertamanan yang berjaga di Taman Sangkareang. “Saya mengirim tenaga lebih banyak lagi setiap hari sampai jam tiga sampai jam empat subuh,” jelasnya.

Iklan

Jumlah petugas disebutkan sebanyak empat sampai lima orang untuk mengontrol kondisi taman. Kemal menyampaikan penambahan petugas jaga ini untuk mengamankan aset milik Pemkot Mataram tersebut. Sebelumnya pengelolaan Taman Sangkareang ditangani Bagian Umum Setda Kota Mataram.

Pengawasan maksimal yang dilakukan pihaknya agar kondisi taman tetap terjaga, begitu juga dengan fasilitasnya. Selain itu ia juga ingin taman tetap bersih, begitu juga dengan Lapangan Umum Mataram yang berada di satu lokasi. “Sekarang tamannya saya yang ambil alih supaya terjadi keseimbangan kebersihan di sekitar lokasi taman dan Lapangan Sangkareang,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan suarantb.com, Jumat, 22 Juli 2016 banyak anak-anak maupun para remaja berada di Taman Sangkareang. Mereka datang khusus untuk bermain Pokemon Go, permainan yang sedang naik daun di berbagai negara. Mereka tampak duduk di berbagai sudut taman dan sibuk dengan gawai masing-masing.

Salah satu anak, Afif menyampaikan ia memang sengaja datang ke Taman Sangkareang untuk bermain Pokemon Go. “Banyak teman-teman saya ke sini. Kadang berlima, kadang berenam,” ujar pelajar kelas dua SMP ini.

Afif menyampaikan ia mulai datang ke Taman Sangkareang sejak beberapa hari lalu. Ia melihat banyak para pemain berburu Pokemon di Sangkareang. Pada hari sekolah biasanya ia datang ke Sangkareang setelah jam sekolah berakhir sambil menunggu jemputan. “Sambil nunggu jemputan, ke Sangkareang dulu, nanti saya dijemput di sini,” ujar pelajar SMPN 2 Mataram ini. (ynt)