Mantar Disambangi Belasan Pilot Paralayang Dunia

Taliwang (Suara NTB) – Desa Mantar sebagai salah satu spot olahraga paralayang di pulau Sumbawa semakin tenar. Saat ini belasan pilot olahraga dirgantara itu dari beberapa negara berkunjung untuk menjajal angin desa berjuluk “negeri di atas awan” tersebut.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Zaidul Bahri mengatakan, kedatangan belasan pilot paralayang dari sejumlah negara itu hanya untuk eksebisi terbang. Meski demikian kehadiran mereka sangat memberikan dampak positif bagi venue Mantar karena beberapa dari mereka merupakan pilot kawakan. “Kita bangga karena pilot-pilot profesional sudah mulai melirik Mantar,” katanya kepada wartawan, Jumat, 12 Mei 2017.

Iklan

Para pilot olahraga penantang adrenalin itu sendiri berasal dari Italia, Perancis, Jepang dan Singapura. Sebagian lainnya merupakan pilot dari sejumlah daerah di Indonesia. “Lengkapnya mereka 15 orang. Ada juga orang Indonesia dan mereka ini semua pilot profesional,” sebut Zaidul Bahri.

Dijelaskannya, para pilot tersebut merupakan tim eksibisi dari ACPA (Asian Continental Paragliding Asosiation). Kebetulan mereka akan menjadi bagian dari pelaksanaan kejuaraan dunia XC Open yang akan digelar Juli mendatang di desa Mantar. “Mereka sekalian melihat kondisi Mantar dan persiapan kita untuk even itu,” ungkap pria yang akrab disapa Deden ini.

Wakil presiden ACPA, Mr Nixon Ray turut hadir dalam rombongan. Rencananya Nixon Ray dan tim akan berada di Mantar hingga Minggu (14/5) mendatang. “Mereka akan melakukan survei khususnya kondisi angin (cuaca) serta membuat peta pelaksanaan lomba dan persiapan lainnya menyongsong pelaksanaan Mantar XC Open 2017,” sambungnya.

XC Open atau XCross Country Open, diterangkan Deden, merupakan kejuaraan dunia yang yang bergengsi. Sebab even itu akan banyak dihadiri atlet-atlet kelas dunia, sehingga venue penerjunan yang dipilih untuk penyelenggaraannya harus berkelas dunia. ” Venue Mantar bisa dibilang sudah kelas dunia karena kita dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan itu. Dan tempat kita ini sangat mendukung dari segi lokasi, view (panorama) dan utama kualitas anginnya,” klaimnya.

Ia mengatakan, tidak banyak venue penerjunan di Indonesia yang bisa menggelar XC Open. Sejauh ini hanya ada dua venue yang pernah menggelarnya. Yakni di Palu, Sulawesi Tengah dan di Wonogiri, Jawa Tengah. “Tahun lalu di Palu. Alhamdulillah biar kita baru bisa dapat kesempatan menggelarnya,” papaprnya. (bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional