Mantar Berpotensi Jadi Pusat Paragliding Dunia

Taliwang (Suara NTB) – Desa Wisata Mantar merupakan desa yang berada di ketinggian 588 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dua tahun terakhir semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung, karena konon desa ini diibaratkan sebagai desa di atas awan. Keindahan yang dimiliki Mantar juga menjadi surga bagi para atlet paralayang. Terlebih keindahan site parakayang Mantar ini disamakan dengan Ulo Deniz yang ada di Negara Turki.

“Tahun lalu kita mengadakan event paragliding internasional. Sebanyak 150 pilot dari berbagai Negara datang dan melakukan paragliding atau biasa disebut terjun payung. Mereka menyamakan Mantar ini seperti Ulo Deniz di Turki yang merupakan site terbaik di dunia,” kata pilot dan pengelola Desa Wisata Mantar Haris Efendi kepada Suara NTB, di Mantar, Minggu (3/3).

Iklan

Selaku pilot paragliding, ia mengaku Mantar merupakan surga bagi pecinta terjun payung. Dari semua site di Indonesia yang pernah ia kunjungi, Haris mengatakan bahwa Mantar merupakan salah satu yang terindah. Ketinggiannya sangat optimal dan pemandangannya pun sangat indah. Sebab mencakup semua bagian, yaitu gunung, laut, pulau-pulau kecil, sawah dan banyak lainnya.

Bukan hanya itu, tanpa melakukan terjun payung wisatawan juga sudah bisa menikmati keindahan Mantar dari puncak dengan berbagai fasilitas yang sudah disediakan pengelola. Wisatawan hanya perlu membayar biaya masuk sebesar Rp 2 ribu untuk menikmati ragam keindahan alam dari Puncak Mantar.

Berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung keberadaan Desa Mantar sebagai destinasi wisata tengah giat dilakukan. Diantaranya memperbaiki jalan menuju Desa Mantar, guna memudahkan masyarakat dan para wisatawan menjangkau objek wisata tersebut mekipun belum seluruhnya. Jarak sejauh 10 kilometer menuju Mantar kini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit, sebelumnya mencapai lebih dari 1 jam dari pusat kota Sumbawa Barat.

Para pengunjung bisa menginap di rumah penduduk yang berfungsi sebagai homestay, termasuk untuk makan dan minum para wisatawan disuguhakan kuliner khas Mantar, seperti sepat dan singang yaitu masakan yang berbahan ikan.

Akses menuju Desa Mantar hanya bisa dilalui kendaraan dengan tenaga penggerak empat roda atau four wheel drive (4WD) atau 4X4. Warga Desa Mantar pun hanya mengandalkan itu sebagai alat transportasi. Cara paling mudah mencapainya apabila wisatawan memulai perjalanan dari wilayah Taliwang Sumbawa. Dari sini perjalanan dimulai menuju Dusun Seteluk dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit menggunakan mobil jeep untuk sampai di Mantar. (lin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here