Mantapkan Persiapan MotoGP Mandalika 2022, Benahi Infrastruktur Pendukung dan Perluas Dampak Ekonomi

H. Zulkieflimansyah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Usai perhelatan World Superbike (WSBK), 19 – 21 November lalu, NTB akan menghadapi event yang jauh lebih besar, yaitu MotoGP Mandalika, 20 Maret 2022. Pemprov NTB dengan dukungan Pemerintah Pusat terus memantapkan persiapannya.

Terlepas dari sejumlah catatan yang menyertainya, perhelatan WSBK dinilai telah membawa sukses yang membanggakan. Namun, Pemprov NTB, bersama pihak terkait tampaknya masih ingin mendorong capaian ke level yang berbeda. MotoGP Mandalika 2022 adalah kesempatan untk melakukannya.

Iklan

Dibanding WSBK, MotoGP memang diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi Pemda di NTB. Hal ini pun diakui oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc.. Ia mengatakan, MotoGP 2022, merupakan gelaran balap motor yang lebih besar dibandingkan WSBK. Sehingga persiapannya harus lebih baik dan mantap.

Sejumlah wisatawan berjalan keluar dari terminal kedatangan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), di Lombok Tengah, NTB, Rabu, 17 November 2021.(ant/bali post)

Untuk itu, Presiden Jokowi memanggil sejumlah menteri dan Gubernur NTB membahas persiapan MotoGP Mandalika 2022 di Istana Bogor, Jumat, 26 November 2021. Sejumlah menteri yang dipanggil antara lain, Menko Perekonomian, Mensesneg, Menseskab, Menteri BUMN, Menkeu, Menteri PUPUPR, Mentei Perhubungan, Menparekraf dan Menpora untuk mempersiapkan perhelatan MotoGP Mandalika dengan maksimal.

“Banyak sekali yang harus dibenahi dan segera dikeroyok maksimal bersama-sama. Ini bukan program Lombok Tengah. Ini bukan program NTB. Ini program bangsa dan negara kita,” kata Bang Zul – sapaan akrab Gubernur NTB ini.

Kesuksesan gelaran WSBK Mandalika pada 19 – 21 November 2021, kata Bang Zul, bukan kesuksesan Lombok Tengah atau NTB tetapi kesuksesan Indonesia. Gelaran WSBK Mandalika menyedot perhatian dunia internasional yang sukses menggelar perhelatan internasional di tengah pandemi Covid-19.

Menjelang gelaran MotoGP 2022, Gubernur mengatakan ada beberapa infrastruktur yang perlu dibenahi. Seperti drainase di Kawasan Mandalika dan jalan depan sirkuit. Dikatakan, jalan depan Sirkuit Mandalika akan segera diperlebar.

Pemprov NTB sedang memperjuangkan tambahan anggaran untuk pelebaran jalan depan Sirkuit Mandalika. Karena anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperoleh tahun 2022 baru sebesar Rp16 miliar untuk memperlebar jalan sepanjang 5,3 km dari Bundaran Depan Masjid Nurul Bilad hingga Bundaran Sunggung bypass BIL – Mandalika. Anggaran yang dibutuhkan untuk memperlebar jalan tersebut menjadi dua jalur dengan empat lajur di atas Rp100 miliar.

Selain itu, kata Gubernur, penginapan milik masyarakat atau homestay di depan Sirkuit Mandalika juga perlu dibenahi.  Menurutnya, homestay-homestay yang ada tidak harus mewah, terpenting asri dan nyaman.

“Kayak saya keliling di homestay-homestay itu, nyaman dan asri. Ada berugak di depan rumah. Kalau ditambah indomie, tempat charger, sama tempat ngopi-ngopi. Nyaman juga dibandingkan hotel-hotel,” ucap Bang Zul.

Tahun 2022, sejumlah event balap dunia akan digelar di Sirkuit Mandalika selain MotoGP di bulan Maret. Ada juga Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) yang akan digelar dua seri dan WSBK pada bulan November 2022. Bahkan pada 26 Juni 2022, balap motocross dunia, MXGP juga akan digelar di NTB.

PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyebutkan dampak gelaran WSBK bagi Lombok Tengah. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memperoleh tambahan PAD yang berasal dari pajak hiburan sebesar 15%, pajak parkir 30% serta pajak restoran dan hotel 15%. Ajang WSBK Mandalika juga menunjukkan besarnya partisipasi warga desa lingkar KEK Mandalika dalam menyukseskan acara ini.

ITDC bersama ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan bagian dari ITDC Group, telah merekrut tenaga kerja sebanyak 1.475 orang berasal dari NTB, termasuk warga dari enam desa penyangga The Mandalika untuk terlibat dalam perhelatan WSBK.

Tenaga kerja ini bertugas sebagai marshal, petugas Covid-19 safety, medis dan kru medis, kru acara, crowd control, dokumentasi, fasilitas, produksi, kebersihan, stage, ticketing, transportasi, dan waste management selama persiapan dan penyelenggaraan.

Di luar itu, ITDC melalui ITDC NU juga telah merekrut dan melatih sejumlah warga dari desa lingkar KEK Mandalika untuk bertugas di area-area parkir VIP dan area parkir timur untuk membantu mengarahkan kendaraan yang akan parkir, baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun setara bus.

Promosi Bersama

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., mengatakan ada 15 catatan dalam WSBK yang perlu segera dibenahi jelang MotoGP 2022.  Sebanyak 15 poin penting tersebut harus segera dibenahi oleh Pemprov, ITDC dan pihak terkait lainnya.

Selain masalah pelebaran jalan depan Sirkuit Mandalika, penerangan jalan umum (PJU), drainase dan penempatan UMKM di Kawasan Mandalika menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi. Gelaran MotoGP Mandalika diharapkan sukses dari sisi penyelenggaraan dan ekonomi. Dengan jumlah penonton yang jauh lebih besar dari WSBK. Diharapkan, perputaran ekonomi selama berlangsungnya event tersebut lebih besar dibandingkan saat gelaran WSBK. “Kita targetkan  NTB sukses dari sisi ekonomi,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H. Yusron Hadi, S.T., M.U.M, mengatakan ada beberapa catatan yang akan dibenahi pada perhelatan MotoGP 2022. Antara lain, memperkuat penjenaman pariwisata NTB. Upaya ini dilakukan dengan kegiatan promosi bersama.

“Nanti kita harapkan ada joint promotion, sehingga pariwisata NTB juga terpromosi di arena balap. Tentu saja dengan MGPA dan penyelenggara supaya memberikan akses untuk promosi pariwisata Lombok dan Sumbawa di dalam arena sirkuit,” kata Yusron dikonfirmasi Sabtu, 27 November 2021.

Potensi pariwisata dan ekonomi kreatif dari 10 kabupaten/kota diharapkan dapat dipromosikan lebih maksimal lagi dalam gelaran MotoGP Mandalika, 20 Maret 2022. Promosi potensi pariwisata dan ekraf Lombok dan Sumbawa jangan hanya di luar sirkuit. Tetapi, kata Yusron, potensi pariwisata NTB dapat dipromosikan di dalam arena balap MotoGP.

“Itulah saya katakan joint promotion nanti, supaya kabupayen/kota punya kesempatan yang luas  mempromosikan pariwisata dan ekrafnya. Supaya jangan hanya di luar arena. Tetapi di dalam arena, dekat penonton juga ada promosi pariwisata Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.

Selain itu, posisi UMKM juga perlu dibenahi agar lebih dekat dengan keluar masuknya penonton. Sehingga lapak UMKM menjadi lebih ramai. Pada perhelatan WSBK, jarak tempat UMKM dengan sirkuit sekitar 1 km.

“Kemudian peran guide-guide diberikan sebagai pendamping ketika tim pembalap diangkut dari baandara ke sirkuit. Dalam perjalanan diceritakan tentang pariwisata Lombok dan Sumbawa. Supaya bisa membantu, jika selesai lomba, ada gambaran jika mereka ingin berwisata,” ucapnya.

Perhotelan juga akan diminta menyiapkan ruang di tempatnya masing-masing supaya menyediakan informasi tentang MotoGP, ticketing, destinasi wisata NTB, dan ekraf. Untuk itu, kata Yusron, kesiapan destinasi di kabupaten/kota juga sangat penting. “Kita sama-sama benahi, persiapkan destinasi kita yang baik, rapi dan bersih menyambut tamu yang lebih besar lagi di MotoGP,” ajaknya.

Supaya kabupaten/kota di NTB mendapatkan dampak penyelenggaraan MotoGP, Yusron mengatakan bundling tiket MotoGP dengan paket wisata perlu diperkuat. Pada saat gelaran WSBK, kepastian mengenai harga tiket baru diumumkan sebulan sebelum penyelenggaraan.

“Jadi waktunya mepet. Sekarang ada sisa tinggal tiga bulan, ada waktu yang persiapan untuk travel perjalanan atau pelaku usaha pariwisata. Harapan kita jangan harga tiket mepet diinformasikan. Paling tidak Januari, tiket sudah mulai dijual,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional