Mantan Wakil Rakyat Diduga Kuras ATM Orang, Lalu Dipakai Santuni Anak Yatim Hingga Judi Online

Mataram (Suara NTB) – Mantan anggota DPRD Lobar, IK alias AR diciduk Polres Mataram. Tersangka diduga menguras habis uang korban puluhan juta rupiah lewat ATM. Uang hasil jarahannya itu digunakan untuk membeli sepeda motor, berjudi dan membayar utang.

Kasatreskrim Polres Mataram, AKP Kiki Firmansyah Effendi mengungkapkan, tersangka menemukan transaksi tak tuntas nasabah lain saat hendak menarik uang di gerai ATM BNI Cabang Mataram di Jalan Langko, Minggu (20/11).

Iklan

“Korban waktu itu lupa mencabut kartu ATM. Tersangka datang mesin (ATM) masih online. Dia lanjutkan transaksi,” ujarnya Senin (5/12) di Mapolres Mataram.

Korban atas nama Dian Wardani, lanjut dia, lupa mencabut kartu ATM-nya usai melakukan transaksi setoran tunai. Tersangka berada di antrian berikutnya hendak memasukkan kartu ATM-nya. Namun tidak bisa masuk karena ada yang mengganjal di lubang kartu ATM.

“Ternyata itu masih ada kartu ATM lain. melihat hal tersebut dan kondisi pada saat itu sepi yang dia manfaatkan untuk mengambil uang korban,” jelasnya. “Uang ditransfer ke rekening istri tersangka. Ada juga yang diambil tunai,” imbuh Kiki.

Tersangka menarik tunai Rp 10 juta. Merasa belum cukup, tersangka mentransfer uang ke rekening istrinya senilai Rp 50 juta. “Jadi total kerugian korban Rp 60 juta,” sebutnya.

Usai menguras isi ATM korban, lanjut Kiki, tersangka kemudian pulang. Kartu ATM korban dibiarkan tetap di dalam mesin. Menurut pengakuan tersangka, sejumlah uang itu digunakan untuk berbagai keperluan.

Diantaranya, membeli sepeda motor Honda Vario Rp 16,7 juta, membayar utang Rp 10 juta, menyantuni yatim piatu Rp 21 juta, ada pula ke panti asuhan.

Kemudian untuk membayar sewa kos, membeli sepatu, dan membagi-bagikan ke keluarganya. Sejumlah transaksi itu diketahui dari rekaman data transaksi di buku tabungan korban dan istri tersangka inisial BSM.

“Ada juga yang dipakai untuk judi online,” terang Kiki. Usai mencuri, tersangka sempat kabur ke Surabaya selama beberapa hari. Tersangka diciduk Sabtu (3/12) lalu di rumahnya tanpa perlawanan.

Kiki mengatakan, pihaknya menerapkan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here