Mantan TKW Penderita Payudara Membesar Butuh Bantuan Pemerintah

Selong (Suara NTB) – Menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi dengan tujuan nasib memperbaiki hidup hanya impian bagi Nurul Hidayati. Ibu dua anak ini justru pulang dengan kondisi kesehatan yang sangat mengganggu aktivitas kesehariannya. Malahan, wanita asal Lingkungan Seruni Kelurahan Selong Lombok Timur ini, pulang dengan payudara membesar sebelah.

Ditemui di rumah orang tuanya yang sederhana, Senin 20 Februari 2017, Nurul menuturkan sejarah penyakitnya yang muncul sejak menjadi TKW di Arab Saudi. Sakit yang dirasa dikira hanya sakit biasa umumnya perempuan yang hendak datang bulan. Namun lama kelamaan, muncul benjolan warna merah di payudaranya sebelah kanan.

Iklan

Benjolan ini terus membesar. Nurulpun mencoba memeriksakan diri di rumah sakit yang ada di Jeddah Arab Saudi. Jika dilihat secara kasat mata, penyakit yang diderita Nurul seperti kanker payudara. Namun, kata Nurul, setelah diagnosa dokter asal Mesir yang memeriksanya waktu itu, ia tidaklah sakit kanker. Namun terkena sakit karena perbuatan jin.

Nurul yang berada sekitar 6 tahun di Arab sejak 2009 silam pun memilih pulang. Meski tanpa penghasilan apa-apa, karena semua majikan tempatnya bekerja dianggapnya tidak beres. Sesampainya di rumahnya, Nurul kembali mencoba memeriksakan diri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong.

Tenaga medis di RSUD Selong ini pun melakukan operasi dan mencoba mengangkat penyakit Nurul.  Namun sampai sekarang tidak ada perubahan. Payudara Nurul terlihat masih membesar melebihi buah kelapa.

Soal rasa sakit akibat penyakit, akuinya sudah sangat menyiksa. Ia pun mengandalkan obat penghilang rasa sakit yang tetap terus disediakan. Pasalnya, ketika rasa sakit menyerang. Sendi-sendi tubuhnya, seperti ditusuk-tusuk paku.

Ditanya alasan tidak berobat ke rumah sakit lagi, Nurul mengaku tidak ada biaya. Terlebih saat ini ayahnya juga sedang terbaring sakit di rumah.

Untuk proses pengobatannya, ia mengaku pernah mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Lotim sebesar Rp 1 juta. Untuk kelanjutan proses pengobatannya saat ini Nurul bersama keluarga lebih memilih untuk menempuh jalur alternatif. Alasan dua kali melakukan pemeriksaan medis yang tidak ada hasil, membuatnya lebih mempercayai jalur alternatif ini.

Vonis awal penyakit kanker payudara belum bisa dibuktikan secara medis membuatnya juga lebih mempercayai alternatif untuk sementara. Jika disebut kanker, katanya akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal ini berbeda dengan penyakit yang dideritanya yang tidak mengeluarkan bau, seperti penderita kanker payudara pada umumnya.

Baginya, yang diperlukan saat ini bukanlah biaya untuk pengobatan. Akan tetapi biaya untuk menyambung hidup sehari-hari. Dua tahun terakhir setelah pulang dari Arab Saudi, ia tidak punya penghasilan apapun. Hanya mengandalkan belas kasih dari suadara-saudaranya.

Harapannya, ada uluran tangan pemerintah daerah untuk memberikannya modal usaha. Dari modal itu ia akan coba untuk bertahan hidup.

Dia menambahkan, selama  menjadi TKW di Arab Saudi, diakuinya berangkat lewat jalur legal namun sebagian besar waktunya selama di Arab justru ilegal. Sudah tidak terhitung banyaknya ia memilih kabur dari majikan-majikannya yang dianggap tidak pernah berpihak kepada para TKW.

“Majikan pria itu kurang ajar dan majikan perempuan kasar,” ucapnya.

Saat di Arab ini pun, Nurul sebenarnya sudah menikah dengan sesama TKI. Akan tetapi, sang suami yang katanya dari Bandung itu tidak bertanggung jawab. Nasib hubungan keluarganya setelah pulang ini menggantung. Tidak pernah lagi ada kabar dari suaminya yang terakhir itu. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here