Mantan Petinggi STKIP Bima Tersangka Penggelapan Rp19,33 Miliar

Hari Brata (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Mantan petinggi STKIP Bima dan Yayasan IKIP Bima ditetapkan sebagai tersangka dugaan penggelapan anggaran tahun 2016-2019. Lima orang diduga bersama-sama menggelapkan anggaran Rp19,33 miliar. Sebagian uang dipakai untuk keperluan pribadi.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata menjelaskan, lima tersangka tersebut dijerat dengan pasal 374 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Lima tersangka sudah ditahan sejak Kamis,” ujarnya dikonfirmasi Jumat, 18 Juni 2021. Para tersangka itu antara lain, Ketua STKIP Bima periode 2016-2020, HAA; Kepala Bagian Administrasi Umum 2016-2019, HMS; Ketua yayasan IKIP Bima 2019-2020, MF; Kepala Bagian Administrasi Umum 2019-2020, AA; dan Wakil Ketua I Bidang Akademik periode 2016-2019, AZ.

Iklan

Mereka sudah diperiksa sebagai tersangka. Usai pemeriksaan para tersangka ini kemudian ditahan di Rutan Polda NTB setelah hasil tes cepat antigen Covid-19 menunjukkan hasil negatif. Hari menyebut kasus ini ditangani sejak November 2020 lalu. Dalam laporan pengaduannya terkait dugaan penggelapan anggaran berdasarkan temuan audit internal. Unsur pidana penggelapan ditemukan setelah dilakukan penyidikan.

Modus penggelapannya berupa usulan anggaran program yang tidak diperuntukkan bagi keperluan kampus. Anggaran program itu kemudian diaudit. Hasilnya ditemukan penggunaan yang tidak sesuai sehingga mereka yang diduga terlibat dimintai untuk mengembalikan. “Anggaran itu kemudian diaudit. Temuan awal Rp12,8 miliar. Setelah diaduit tim independen, hasilnya menjadi Rp19,33 miliar. Diduga dipakai untuk pribadi. Sudah diminta kembalikan, tapi tidak dikembalikan makanya dilaporkan pidananya,” jelas Hari. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional