Mantan Kadistan Kabupaten Bima Diperiksa, Dana Aspirasi Dewan Diusut

Juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB membuka kasus baru terkait pengadaan bibit kedelai. Proyek pengadaan bibit yang berasal dari dana aspirasi Dewan ini diduga bermasalah. Terkait pengusutan itu, mantan Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Kabupaten Bima, Muhammad Tayeb telah diperiksa Kejaksaan, Selasa, 16 Oktober 2018 lalu.

Tayeb diperiksa sekitar pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 13.00 Wita. Mantan Kadistan yang terakhir menjabat 2015 itu,  dimintai keterangan di Gedung Pidsus. Informasi diperoleh Suara NTB, pintu masuk penyelidikan kasus itu dari dana aspirasi oknum anggota DPRD Kabupaten Bima.

Iklan

Dana aspirasi itu dalam pengajuannya untuk pengadaan bibit kedelai. Namun dalam pelaksanaannya proyek itu diduga bermasalah.

Diketahui, ini merupakan pemeriksaan awal. Karena diperkirakan akan berlanjut pada serangkaian pemanggilan saksi pejabat maupun mantan pejabat Distan Kabupaten Bima. Selain itu, oknum anggota DPRD Kabupaten Bima pemilik program aspirasi juga akan dipanggil.

Juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH dikonfirmasi Rabu, 17 Oktober 2018 kemarin enggan memberi penjelasan. ‘’Ini masih penyelidikan, kami belum bisa memberikan penjelasan rinci,’’ jelasnya.

Sebagai gambaran, ada beberapa proyek serupa yang terindikasi bermasalah di Kabupaten Bima. Seperti bantuan bibit jagung mencapai 800 ton rusak bahkan mulai membusuk sehingga tidak bisa ditanam petani. Bantuan bibit itu untuk didistribusikan ke sejumlah kecamatan, dengan jatah rata rata untuk ditanam di atas areal 40 hektar. Namun petani dan kelompok masyarakat menolak dan berujung unjuk rasa ricuh di Kantor Distan Kabupaten Bima.

Pengadaan bibit bawang merah juga diduga bermasalah. Bibit bawang merah tahun 2015, diduga bermasalah  dan bahkan untuk pengadaan bantuan bibit bawang tahun 2016 juga terindikasi bermasalah. Kasus ini sebelumnya diusut Ditreskrimsus Polda NTB. (ars)