Mantan Kades Sesela Jadi Tahanan Kota

Wayan Suryawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Kepala Desa Sesela, Gunungsari, Lombok Barat Asmuni menjadi tahanan kota. Tersangka kasus sewa lahan tower telekomunikasi ini mendapat keringanan. Selain alasan kesehatan, Asmuni juga dianggap kooperatif. “Waktu kita periksa, hasil rapid test-nya waktu itu reaktif. Jadi kita pertimbangkan tidak ditahan (badan),” ungkap Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan ditemui Selasa, 20 Oktober 2020.

Selain itu, tim jaksa penyidik punya pertimbangan subjektif. Antara lain, tidak ada kekhawatiran Asmuni bakal melarikan diri. Ataupun menghilangkan barang bukti. “Dia juga sudah mengembalikan uang kerugian negara,” imbuhnya. Tersangka Asmuni juga menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp40 juta. Tiga pekan kemudian, tersangka menitipkan lagi tambahan Rp13,8 juta. Sementara Rp300 juta sisa uang sewa dititip di kas desa.

Iklan

Asmuni sudah diperiksa sebagai tersangka. Hasil pemeriksaan menyebutkan, Asmuni menggunakan uang sewa lahan untuk membeli perlengkapan penanganan gempa Lombok 2018 lalu. Namun, penggunaan itu tanpa melewati proses pembahasan anggaran. Sisa dananya dipakai untuk membayar honor kepala dusun. Uang yang diambil dari kas sewa lahan tower itu kemudian diganti dengan DD/ADD.

Total dana sewa lahan sebesar Rp353,8 juta termasuk pajak itu tidak dikirimkan ke rekening desa. Tersangka sebagai kepala desa membuat surat kuasa pembayaran ke rekening pribadi. Asmuni sendiri yang menetapkan nilai sewa tersebut. Laju penanganan kasus itu, sambung Wayan, juga signifikan. Berkas perkara sebentar lagi rampung. Rencana dakwaan juga sudah disusun. “Sedikit lagi P-21 (berkas lengkap). Setelah itu tinggal pelimpahan tahap dua,” terangnya.

Tersangka Asmuni diduga mengelola uang sewa lahan bukan untuk kepentingan desa. Uang sewa lahan menara tidak dimasukkan ke kas desa. Penggunaannya pun tidak melalui pembahasan APBDes. Berdasarkan audit Inpektorat Lombok Barat, Desa Sesela menderita kerugian kerugian Rp353,88 juta. Lahan aset desa Sesela disewa perusahaan swasta untuk pendirian menara telekomunikasi. Lahan itu luasnya 64 m2. Sewa terhitung dimulai tahun 2018 dengan masa selama 10 tahun. (why)