Mantan Kades Rababaka Ditahan Kejaksaan

Dompu (Suara NTB) – Mantan Kepala Desa Rababaka Kecamatan Woja, HY ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu setelah diperiksa selama dua jam sebagai tersangka, Rabu, 14 Desember 2016. HY dijadikan sebagai tersangka karena diduga telah membawa kabur dana Desa (DD) dan alokasi dana Desa (ADD) tahun 2015 sebanyak Rp 138 juta yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

HY yang didampingi istri di kejaksaan sebelum dibawa ke Lapas Dompu, terlihat tegar saat ditahan Kejaksaan dan dititipkan di Lapas Dompu menggunakan mobil dinas Kejaksaan jenis Avanza hitam dengan nomor polisi EA 1093 R. Namun istrinya terlihat mengeluarkan isak tangisnya atas penahanan istrinya. “Biasa saja, apalagi saya sebagai (mantan) pejabat publik (dipersalahkan),” kata HY saat dimintai tanggapannya ketika menuju mobil kejaksaan.

Iklan

HY juga mengakui, anggaran Desa yang dibawa kaburnya tahun 2015 sebagiannya telah dikembalikan. Dari total anggaran yang dibawa kabur selama hampir empat bulan tersebut, sebanyak Rp 70 juta telah dikembalikan ke kas Desa. “Saya sudah kembalikan hingga Rp 70 juta,” katanya.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Dompu, Deddi Diliyanto, SH kepada wartawan mengatakan, penahanan terhadap HY selama 20 hari masih dalam tahap penyidikan. Namun dalam waktu dekat juga akan segera ditingkatkan ke tahap penuntutan. Penahanan sendiri dilakukan agar tersangka tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. “Ini tahap penyidikan. Statusnya sudah tersangka terkait kasus korupsi penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2015,” katanya.

Hasil penyidikan, dana ADD dan DD Desa Rababaka tahun 2015 dibawa kabur tersangka. “Berdasarkan keterangan yang ada, uang itu dibawa lari tersangka dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” katanya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here