Mantan Kades Belo Jadi Tersangka Dugaan Penyimpangan APBDes

Kapolres KSB, Mustofa saat menyampaikan penjelasan di hadapan wartawan di Mapolres KSB, Senin,  23 September 2019. (Suara NTB/ils)

Taliwang (Suara NTB) – Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat, kembali menetapkan tersangka kasus dugaan penyimpangan APBDes di wilayah Hukum Polres setempat. Setelah sebelumnya mantan Kades Kemuning ditangkap tim penyidik, kini giliran MR (45) mantan Kepala Desa (Kades) Belo harus bernasib sama.

Mantan Kades dua periode itu, ditaksir merugikan negara Rp524 juta berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian negara (PPKN) oleh tim auditor Inspektorat Provinsi dengan nomor surat 700/12X/ITSUS-INSP/2019 tanggal 19 September.

Iklan

“Tersangka sudah mulai kita tahan di Mapolres sembari menunggu proses kelengkapan berkas terhadap kasus tersebut. Kami juga masih akan terus mendalami keterangan tersangka untuk proses pengembangan kasusnya. Tidak menutup kemungkinan juga akan ada tersangka lain jika ada petunjuk dari Jaksa. Kami juga akan berupaya maksimal supaya dalam tahun ini kasus tersebut bisa dinyatakan lengkap (P21) sehingga tidak ada lagi tunggakan kasus di tahun yang akan datang,” ungkap Kapolres KSB AKPB Mustofa, S.IK., MH  kepada wartawan, Senin,  23 September 2019.

Dikatakannya, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka yakni, dokumen APBDes dari tahun 2016-2019. Bahkan beberapa dokumen permohonan pencairan anggaran serta tanda terima sejumlah uang atas nama Kades tanpa melibatkan bendahara. Bahkan untuk memuluskan perbuatan korupsi yang dia lakukan, dirinya tidak segan-segan memecat bendahara jika tidak mengikuti keinginannya.

Selama tahun 2016-2019 sudah ada tiga bendahara desa yang diganti karena menolak memberikan uang ke Kades bersangkutan. Sementara uang yang langsung masuk ke rekening pribadi tersebut tanpa melalui Desa digunakan oleh tersangka untuk kebutuhan sehari-hari dengan dua orang istrinya.

Akibat perbuatannya tersebut, kini tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) sub a,b ayat (2) UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999. Adapun ancaman hukuman pidananya yakni penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta rupiah dan paling banyak Rp1 miliar.

  Abdul Hadi Minta Pemalsu Akun Facebooknya Segera Tobat

“Modus tersangka ini cukup berani karena uang dari Kas Daerah langsung dialihkan ke rekening pribadi tanpa melalui bendahara desa. Parahnya lagi jika ada yang tidak mengikutinya langsung dipecat begitu saja,” sebutnya.

Ditambahkannya, setelah kasus desa Belo ini tuntas, masih ada tiga kasus lainnya yang akan segera dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan. Tidak berhenti disitu saja, saat ini sudah ada dua lagi kasus desa yang dalam waktu dekat akan mulai ditangani.

Hanya saja untuk dua kasus laporan pengaduan tersebut masih sebatas klarifikasi dan pendalaman saja, jika hasil klarifikasi memenuhi unsur maka akan statusnya akan langsung dianaikan ke tahap penyelidikan.

Untuk itu, pihaknya mengimbau para Kepala Desa untuk bisa memahami aturan pengelolaan keuangan negara yang berlaku saat ini. Pihaknya juga tetap membuka diri jika ada kades yang meminta untuk dilakukan sosialisasi terkait masalah penggunaan anggaran Dana Desa yang baik dan benar.

Upaya itu diharapkan bisa direspon oleh masing-masing desa sehingga kasus penyimpangan yang kiranya akan terjadi bisa diminimalisir. Karena pada prinsipnya jika tahapan sosialisasi tidak juga mampu memberikan dampak yang baik, maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Silahkan saja bagi desa yang ingin berkoordinasi dan juga konsultasi terkait penggunaan anggaran Dana Desa yang dimiliki dan kami tetap akan membantu. Karena pada prinsipnya anggaran ini diperuntukkan untuk mensejahterakan masyarakat bukan untuk memperkaya diri sendiri. Jika kamu temukan masih ada desa yang demikian, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas,” pungkasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here