Mantan Kades Banjarsari Ditahan

Tersangka mantan Kades Banjarsari, Z saat digelandang Kejari Lotim menuju Lapas Kelas IIB Selong untuk menjalani proses penahanan, Senin, 14 Juni 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penggunaan anggaran desa yang diduga dilakukan oleh mantan Kades Banjarsari, Kecamatan Labuhan Haji, Z akhirnya menuai titik terang. Senin, 14 Juni 2021, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim melakukan penahanan terhadap tersangka.

Mantan Kades Banjarsari ini keluar dari ruang Pidsus Kejari Lotim sekitar pukul 14:00 Wita. Mengenakan rompi berwarna merah muda, Z didampingi langsung Kasi Intelijen dan Kasi Pidsus Kejari Lotim.  Z tampak tertunduk malu. Inspektorat mengaudit terdapat kerugian negara sebesar Rp200 juta dana anggaran desa.

Iklan

Kajari Lotim, Irwan Setiawan Wahyuhadi mengatakan, penahanan terhadap yang bersangkutan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap. Penahanan dikakukan selama 20 hari ke depan yang dimulai Senin kemarin di Lapas Kelas IIB Selong.

 “Kita melakukan penahanan setelah berkasnya dinyatakan lengkap dan tersangka tidak melarikan serta mempercepat proses penuntutan,” terang Kajari. Selama pemeriksaan berjalan, Kajari mengaku belum ada pihak lain yang terlibat dan terus dilakukan pengembangan lebih lanjut. “Sejauh ini hanya satu tersangka yaitu mantan Kades,” sebutnya.

Adapun anggaran desa yang diduga ditilep oleh mantan Kades Banjarsari ini, di antaranya untuk pembangunan RTLH sebesar Rp75 juta, BLT-DD Rp108 juta selama tiga bulan dari bulan Oktober, November, dan Desember 2020 dan beberapa anggaran lainnya dengan total sebesar Rp190 juta. Selain itu, tersangka Z juga diduga menggunakan anggaran BUMDes untuk kebutuhan pribadinya. ‘’Dugaan korupsi dana Covid-19 ini yang cukup besar. Dimana jumlah kerugian kurang lebih sekitar Rp200 juta,” bebernya.

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Lalu M. Rasyid menegaskan bahwa penahanan mantan Kades Banjarsari dijerat pasal 2 subsider pasal 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sementara, tersangka Z saat dikonfirmasi tidak dapat berkata banyak atas penetapan tersangka dan penahanan terhadap dirinya. Ia siap mengikuti proses hukum sebagaimana mestinya. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional