Mangkrak, Gedung Budaya Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, SAg, MSi, mengakui perencanaan yang dilakukan jajaran SKPD lebih kepada pendekatan proyek. SKPD hanya sekedar membangun proyek tanpa memikirkan azas manfaat. Hal ini menyebabkan sejumlah proyek mangkrak, seperti gedung budaya di Kuranji yang dibangun tahun 2014 lalu dengan dana ratusan juta rupiah.

Karena itu, Fauzan meminta jajaran SKPD menyusun perencanaan secara matang sesuai  dengan kebutuhan masyarakat. “Ini sebenarnya kita sering pendekatannya itu proyek. Karena ini akan ditata ulang, kita tidak sekedar membangun namun ada perencanaan ke depan. Untuk apa bangunan itu?’’ kritik bupati mengikapi adanya proyek mangkrak di Kuranji ketika menghadiri Roah Segare,  Rabu 19 Oktober 2016.

Iklan

Bupati menegaskan, pendekatan orientasi proyek ini harus dibenahi ke depan. SKPD, katanya, tidak sekadar membangun proyek, namun pembangunan proyek harus ada perencanaan terkait apa kegunaan proyek itu, kemudian apakah bangunan itu memperindah kawasan bukan sebaliknya merusak pemandangan. Khusus bangunan gedung budaya atau sanggar seni tersebut, pihaknya akan menata kembali.

Ia akan memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengecek ke lapangan untuk penataan ulang. Terkait proses pembangunan kembali di pemda ada sistem yang mengatur, tidak bisa begitu mau dibangun, namun ada proses kajian dan perencanaannya. Apakah bangunan ini akan dibongkar tergantung dari kajian Dinas PU.

Sementara itu, Kepala Desa Kuranji, Sukadi mengakui bangunan sanggar seni senilai ratusan juta rupiah yang dibangun di Desa Kuranji Dalang, mangkrak tak dipakai. Sanggar seni yang dibangun tahun 2013 ini hanya dibangun saja, namun tak pernah dimanfaatkan untuk kegiatan kesenian. Padahal pemda telah menetapkan Pantai Kuranji sebagai Desa Pariwisata Alternatif.

Ia menyatakan mantan Bupati Lobar H. Zaini Arony pada beberapa tahun lalu telah menetapkan Pantai Kuranji sebagai Desa Pariwisata Alternatif dan siap melaksanakan berbagai kegiatan pariwisata.

Pada kesempatan ini pula, dia menyinggung supaya kegiatan Roah Segara pada tahun depan didukung dan dijadikan event bagi pemda. Jangan sampai event hanya dipusatkan di kawasan wisata Senggigi.

Menurutnya, Pantai Kuranji memiliki daya dukung dari semua lini, mulai dari keindahan pantai hingga banyak tradisi yang unik memikat para pengunjung betah berlama-lama di pantai tersebut. Tapi, sayang perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan pariwisata alternatif ini kurang diperhatikan. (her)