Manfaatkan Pekarangan sebagai Sumber Ekonomi dan Gizi

Abdullah menunjukkan tanaman sawi yang ditanam di polybag dan bagian dari pemanfaatan pekarangan. (Suara NTB/rus)

Pekarangan rumah di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, dari segi potensi menanam tanaman di pekarangan ini bisa menjadi sumber ekonomi bahkan gizi bagi masyarakat. Terlebih di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang membatasi  mobilisasi. Pemanfaatan pekarangan diyakini bisa menjadi salah satu solusi untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri.

HAL ini sudah dibuktikan Pemilik Hydroponic Lombok, Abdullah. Pekarangan rumahnya di Kelurahan Kelayu Utara Kecamatan Selong yang berhasil disulap menjadi tempat budidaya beberapa jenis tanaman sayur dan buah. Antara lain, ada sawi, seledri dan  melon.

Iklan

Kepada Suara NTB, Sabtu, 24 Juli 2021, Abdullah menjelaskan pemanfaatan pekarangan diketahui sudah  menjadi perhatian pemerintah. Tapi mungkin belum maksimal.  Potensi pekarangan kalau digarap maksimal, maka sangat bisa untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Diketahui, masyarakat hanya memiliki pekarangan 1-2 meter saja. Memang dibutuhkan kreasi semua. Ketika sudah seluruh masyarakat Lotim ini memanfaatkan pekarangannya, maka tidak akan ada keluhan soal lonjakan tomat yang sekarang sedang terjadi.

Menanam di pekarangan ini tidak mengenal musim. Beda dengan di lahan persawahan. Masyarakat mau tanam apa saja oleh pemilik pekarangan itu bisa. Saran Abdullah sayur dan buah. Saat ini, sebagian besar pekarangan warga dilihat hanya ada tanaman keras semusim, yakni mangga.

Penggunaan metode hidroponik di tengah masyarkaat diakui masih banyak  belum familiar. Akan tetapi, diyakini jika semua sudah bisa menggarapnya maka metode hidroponik ini akan bisa menjadi solusi tepat. Pasalnya, metode ini tidak membutuhkan lahan luas.

“Hidroponik bisa menjadi salah satu solusi tepat bagi pekarangan,” saran Abdullah.

Hidroponic ini banyak macamnya, salah saunya vertigasi. Sistem ini bisa digunakan untuk tanaman melon. Pilihan lainnya juga bisa untuk digunakan pada tanaman tomat atau jenis tanaman  hortikultura yang lainnya. “Intinya semua tanaman bisa melalui hidroponik di pekarangan ini,” ungkapnya.

Menurut Abdullah, sebagian besar orang berkeinginan menanam tanaman yang cepat panen. Cepat panen dan cepat datangkan uang. Bilaperlu ada yang usia dua pekan tanaman bisa  panen. Salah satu metode digunakan katanya micro green. Umur seminggu bisa panen. Hal ini sudah diterapkan pada tanaman  toge. Hidyroponic micro green ini kabarnya juga memliki informasi gizi lebih baik dibandigkan tanaman biasa.

Abdullah yang juga pekerja di salah satu perusahaan obat-obatan pertanian ini mengatakan ketika sudah melakukan penanaman maka diseriusi. Penggunaan metoode hidroponik memang butuh biaya. Akan tetapi biaya besar itu hanya dikeluarkan saat awal saja. Ketika sudah panen kedua sampai ke empat diyakini menjadi masa panen keuntungan saja. (rus)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional