Manajer Operasional Distributor Eskrim Bobol Brankas Kantor Sendiri

Manajer operasional distributor eskrim ditangkap atas tuduhan pembobolan brankas dengan kerugian Rp90 juta. Kapolres Mataram Saiful Alam menunjukkan tersangka dan barang bukti. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Lilitan utang membuat Johan (30) tak berpikir panjang dan malah mengambil jalan pintas. Berbekal jabatannya sebagai manajer operasional PT Lombok Mulia Terang, Johan membobol brankas kantor. Bahkan dia membuat alibi bahwa ada pencurian dilakukan orang luar.

Johan asal Tanjung Balai Karimun, Provinsi Riau yang baru dua tahun belakangan bekerja di Lombok ini punya rencana. Sejak seminggu sebelum beraksi, dia memantau kebiasaan karyawan.

Iklan

“Langkah pertama dia merusak kamera CCTV untuk antisipasi agar aksinya tidak terekam,” ungkap Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam Sabtu, 20 Juli 2019.

Aksinya berlanjut dengan menggondol kunci brankas di meja direktur. Johan tahu persis sebab dia cukup dekat dengan atasannya. Bahkan dia juga punya akses masuk ke ruang pimpinan. Tak perlu bersusah payah, kunci itulah yang dipakai Johan membuka brankas.

Sementara untuk membuat alibi, Johan sengaja membeli tali tambang. Tali itu dia ikatkan di dekat jendela di ruangan lantai dua.

Seisi kantor pada Selasa, 10 Juli 2019 pekan lalu mendadak geger karena uang di dalam brankas raib. “Pelaku ini bahkan sebagai pihak yang menyarankan agar segera lapor polisi. Seolah-olah bukan dia pelakunya,” terang Kapolres.

Namun, Polsek Cakranegara yang mengusut kasus itu menemukan kejanggalan.

Hasil dari pemeriksaan saksi dan olah TKP malah menunjukkan indikasi kuat ke arah Johan.
Johan tak bisa mengelak ketika uang tunai sebesar Rp86,5 juta ditemukan dalam tas wanita. Uang sudah dibungkus rapi di dalam kantong plastik bening.

Menanggapi interogasi Kapolres, Johan mengaku terlilit utang di kampung halamannya sana. Ditambah lagi satu anggota keluarganya meninggal dunia sehingga dia kalang kabut.

“Pengakuannya dia terlilit utang. Sejauh ini masih itu motifnya,” kata Alam. Johan dijerat dengan ancaman pidana pasal 363 KUHP yakni penjara paling lama tujuh tahun. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional