Manajemen Kafe Penjaja Tarian Bugil Diperiksa

Kabid Humas Polda NTB Artanto (paling kanan) menunjukkan barang bukti nota pembayaran pemesanan paket plus-plus tarian bugil salah satu kafe di kawasan Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Polda NTB terus mendalami kasus pornografi tarian bugil di salah satu kafe di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Salah satunya dengan memeriksa pihak manajemen. Hal itu terkait dengan jualan selain karaoke. Yang mana di dalamnya terdapat servis tarian bugil bertopeng karaoke privat.

“Yang baru kita periksa itu manajernya,” kata Kasubdit IV Remaja Anak Wanita Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujawati dikonfirmasi Senin, 10 Februari 2020.

Iklan

Selanjutnya, dari manajer akan berlanjut ke pemilik sesuai kebutuhan penyidikan. Pemeriksaan selanjutnya, yakni ke setoran pajak kafe dimaksud ke Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Pejabat Dinas Pendapatan Daerah akan diperiksa juga.

“Iya itu (pemerintah) akan. Pada intinya semua pihak terkait kita akan periksa. Kita lihat saja nanti dari (perkembangan) penyidikan,” sebutnya.

Pemeriksaan tersebut berangkat dari bukti pembayaran pemesanan kamar karaoke, yang belakangan ternyata di dalamnya ada fasilitas tarian bugil. Bukti pembayaran itu memuat nominal untuk pemesanan kamar. Pembayaran menggunakan transfer antarrekening.

Calon pelanggan memesan lebih dulu paket khusus plus-plus. Perantaranya, tersangka DA (43), seorang pria asal Cilegon, Banten yang menawarkan paket tarian bugil.

Tersangka lainnya yakni para penari bugil itu sendiri, YM (35) dan SM (23), dua wanita masing-masing asal Cilegon dan Serang, Banten. Tersangka DA lebih dulu menjajakan paket karaoke dengan ditemani partner song (PS) alias pemandu lagi. Pelanggan ditarik ongkos Rp2,5 juta. Tersangka DA menggunakan trik pemasaran.

Pelanggan cukup menambah Rp500 ribu untuk menggenapinya menjadi Rp3 juta. Plusnya, pemandu lagu itu menemani bernyanyi sambil menari bugil. Tiga tersangka itu akhirnya ditangkap Polda NTB.

Mereka disangka melanggar UU Pornografi. Barang bukti yang diamankan antara lain uang tunai Rp6,4 juta, dua setel pakaian dalam wanita, nota pembayaran, empat ponsel, dan bukti transfer antarrekening. (why)