MAN 2 Mataram Gelar PAS dengan Sistem Luring

Suasana pelaksanaan PAS tatap muka di MAN 2 Mataram, Senin, 30 November 2020. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – MAN 2 Mataram melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) secara luar jaringan (luring). Kegiatan PAS secara luring dilaksanakan mulai 26 November sampai dengan 12 Desember 2020 mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana Lalu Ahmad Fahruddin, M.Pd., menyatakan PAS tidak bisa dilaksanakan sekaligus untuk semua kelas, melainkan secara bergiliran di semua jenjang kelas. Secara bergantian para siswa tiap kelas melaksanakan PAS. Di mulai dari kelas X, kelas XI dan kelas XII . Demikian pola PAS ini bergiliran sampai dengan hari terakhir nanti.

‘’Siswa kelas X yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 409 orang, kelas XI berjumlah 431 orang dan kelas XII sejumlah 388 orang. Total 1.228 orang.  Desain kelas berisi 20 orang. Sejumlah dua mata pelajaran yang diujikan setiap hari,” ujarnya, Senin, 30 November 2020.

Sementara tata tertib pelaksanaan PAS luring, ujarnya, di antaranya setiap peserta didik wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak apabila memasuki lingkungan madrasah, melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk madrasah, memasuki ruang PAS dimulai pukul 07.45 sampai 11.45 WITA tanpa jeda istirahat.

Para siswa duduk sesuai dengan urutan tempat duduk yang telah ditentukan panitia dengan jarak minimal 1,5 meter, menggunakan alat tulis dan peralatan pribadi saat mengerjakan soal PAS. Siswa juga dianjurkan membawa makanan dan minuman sendiri dari rumah. Selama pelaksanaan PAS berlangsung, dilarang berkerumun, mencontek dan menggunakan alat komunikasi, kalkulator, kamus dan lain-lain. “Segera meninggalkan lingkungan madrasah setelah selesai mengerjakan soal PAS,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan PAS luring ini, peserta didik tidak diberikan waktu istirahat, hal ini untuk meminimalisir waktu mereka di madrasah serta mencegah mereka berinteraksi dalam jangka waktu yang lama.

Terkait dengan peserta didik yang tidak bisa melaksanakan PAS luring ini, Sekretaris Panitia Asri Hidayati, S.Pd., memberikan gambaran para wali kelas akan mendata setiap anak yang tidak bisa mengikuti PAS. Kemudian menyerahkan nomor HP peserta didik kepada panitia, lalu panitia akan membuatkan grup khusus PAS di setiap jenjang kelas.

Sehingga peserta didik mengikuti PAS melalui aplikasi zoom meeting sesuai jadwal PAS Luring. Adapun lembar jawaban menggunakan Google Form yang akan dibagikan linknya bersamaan dengan soal sesuai jadwal. “Panitia akan melakukan pengawasan via zoom,” urainya.

Lebih lanjut, Asri menjelaskan tata tertib pelaksanaan PAS daring. Setiap peserta didik menggunakan seragam yang berlaku pada hari itu, kamera hanya menyala dan menyorot sampai ke meja, yang berada di atas meja hanya alat tulis dan kertas kosong.

Di saat bersamaan siswa dilarang membuka situs lain selain aplikasi Zoom dan Google Form. Selain itu siswa dilarang meninggalkan ruangan sebelum submit Lembar Jawaban hasil PAS. Sedangkan posisi peserta didik tidak boleh membelakangi cahaya dan dilarang menggunakan alat komunikasi dalam bentuk apapun kecuali hanya untuk teatering laptop.

“Aturan ini hanya dibagikan untuk peserta didik yang benar-benar tidak bisa mengikuti PAS Luring,” bebernya.

Alasan diberlakukannya aturan dan tata tertib PAS Daring karena beberapa peserta didik tidak bisa mengikuti PAS luring, karena belum diberikan izin oleh orang tua, masih berada di luar daerah seperti Lampung, Solo, Lamongan, Bali, Sumbawa, Bima, Dompu, dan beberapa wilayah Indonesia lainnya. Bagi yang berada di provinsi lain di samping wilayahnya masih berada dalam zona merah, juga karena tiket pesawat yang terlampau mahal.

Panitia berharap, pelaksanaan PAS Luring dan Daring untuk hari-hari berikutnya berlangsung lancar. ‘’Semoga kegiatan PAS Luring dan Daring oleh MAN 2 Mataram dapat menjadi masukan bagi Kementerian Agama dan perhatian bagi madrasah yang mau menjalankan kegiatan serupa,’’ ujarnya. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here