Malaysia Masih Tutup, Singapura dan Hongkong Buka Penempatan PMI

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)  – Sejumlah negara di Asia Timur dan Asia Tenggara mulai membuka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid-19. Seperti Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Singapura dan Brunei Darussalam.

Namun, untuk penempatan PMI ke Malaysia masih tutup. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmograsi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos., M.H., menyebutkan ada 56 negara di dunia yang sudah membukan penempatan PMI.

Iklan

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Dirjen Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja No.3/2748/PK.02.02/VII/2021 tentang Perubahan Kelima Atas Keputusan Dirjen Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja No.3/20888/PK.02.02/VII/2020 tentang Penetapan Negara Tujuan Penempatan Tertentu Bagi PMI Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

‘’Kalau Malaysia belum dibuka. Sekarang tambah Singapura, Brunei, Jepang, Korea Selatan yang dibuka untuk penempatan PMI,’’ kata Aryadi dikonfirmasi di Mataram, Jumat, 27 Agustus 2021.

Meskipun sudah ada pembukaan penempatan ke beberapa negara tersebut, namun Aryadi mengatakan masih belum ada pemberangkatan calon PMI asal NTB. Ia mengingatkan masyarakat sebelum adanya pemberangkatan, perlu persiapan.

‘’Yang paling saya tekankan sesuai UU No. 18 tentang perlindungan PMI. Pertama, harus menguasai informasi dasar terkait peluang kerja di luar negeri,’’ katanya.

Kedua, calon PMI harus memahami hak dan kewajiban dalam pekerjaannya di luar negeri. Jangan sampai calon PMI NTB mendapatkan informasi yang tidak jelas.

“Makanya, akses informasi tentang peluang kerja ini harus betul-betul dibuka. Supaya jangan sampai calon PMI dapat iming-iming dari para calo, ini yang membahayakan,” ucapnya.

Untuk negara penempatan seperti Singapura dan Hongkong, kata mantan Kepala Diskominfotik NTB ini, perlindungan dan sistem penggajian PMI cukup bagus. “Yang paling penting, perlindungan bagi pekerja kita. Jangan sampai di situ perlindungannya lemah,” katanya.

Dengan adanya pembukaan penempatan PMI ke 56 negara, kata Aryadi, calon PMI harus jeli melihat izin perusahaan yang memberangkatkan. Kemudian, job order yang dibuka harus dilihat apakah cocok dengan skill atau tidak. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional