Malaysia Kembali Pulangkan 173 PMI Asal NTB, Lotim dan Kota Mataram Siapkan Tempat Karantina Sendiri

Tri Budiprayitno (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan sebanyak 173 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB, Kamis, 21 Januari 2021. Satgas Covid-19 Provinsi NTB langsung mengkarantina ratusan PMI tersebut di Asrama Haji NTB selama lima hari, kecuali Lombok Timur (Lotim) dan Kota Mataram yang melakukan karantina difasilitas yang telah disiapkan.

“Untuk yang Lotim dan Kota Mataram mulai kloter pemulangan sekarang  ini sudah  bisa  mengkarantina di fasilitas yang mereka siapkan. Untuk PMI selain yang asal Mataram dan Lotim, dikarantina di Asrama Haji,” kata Anggota Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si., di Mataram, Jumat, 22 Januari 2021.

Iklan

Tri menjelaskan pada  21 Januari 2021, sebanyak 173 PMI asal NTB dipulangkan dari Malaysia  dengan pesawat AirAsia QZ462 dengan penerbangan langsung Kuala Lumpur – Lombok. Sebanyak 173 PMI asal NTB tersebut terdiri dari laki-laki 162 orang dan perempuan 11 orang.

Kepala Satpol PP NTB ini merincikan asal 173 PMI tersebut. Sebanyak 3 orang dari     Mataram, Lombok Barat 23 Orang, Lombok Tengah 55 Orang. Kemudian Lombok Timur 78 Orang, Lombok Utara 13 Orang dan Sumbawa Barat satu orang.

Sebanyak 2.200 orang PMI asal NTB rencananya akan dipulangkan dari Malaysia. Karena masa kontrak mereka sudah habis. Pada awal Januari lalu, Satgas Covid-19 Provinsi NTB menemukan empat PMI yang dipulangkan dari Malaysia terkonfirmasi positif Covid-19.

Empat PMI yang terpapar virus Corona tersebut merupakan bagian dari 81 PMI yang dikarantina di Asrama Haji NTB pada 7 Januari lalu. Mereka menjalani karantina selama lima hari, dan dilakukan test swab selama dua kali, yaitu sebelum karantina dan sesudah karantina.

Sebanyak  81 PMI asal NTB yang dikarantina di Asrama Haji. Pada Kamis, 7 Januari 2021, mereka sudah genap dikarantina selama lima hari. Dari hasil test swab yang dilakukan, sebanyak empat orang PMI asal Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga mereka dipindahkan ke ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Asrama Haji. Keempat PMI tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 gejala ringan atau orang tanpa gejala. Kapasitas karantina di Asrama Haji sendiri sebanyak 500 tempat tidur. Di Asrama Haji NTB juga ada Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang diperuntukkan bagi pasien dengan gejala ringan. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional