Malam Pergantian Tahun Seluruh Objek Wisata di Lombok Ditutup

Ilustrasi Perayaan Tahun Baru. (Sumber : Pixnio)

Praya (Suara NTB) – Pengetatan akses masuk warga dari luar mulai diberlakukan aparat Polres Lombok Tengah (Loteng). Semua akses dan pintu masuk ke Loteng saat ini mulai dijaga aparat kepolisian. Terutama akses menuju objek wisata pada pergantian tahun. Tidak saja Loteng, Lombok Timur, Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara (KLU), juga menutup pintu kunjungan wisatawan ke objek wisatanya.

Seperti di Loteng,  warga luar Loteng tidak diperkenankan masuk atau mengunjungi objek-objek wisata yang ada di daerah ini.  ‘’Selama libur tahun baru kali ini, warga luar Loteng dilarang berwisata ke objek-objek wisata yang ada di daerah ini. Semua akses masuk sekarang mulai kita jaga,” tegas Wakapolres Loteng, Kompol Ketut Tamiana, kepada wartawan saat konfrensi pers akhir tahun di Mapolres Loteng, Rabu, 30 Desember 2020 kemarin.

Pihaknya sudah menyebar ratusan personel untuk menjaga semua pintu masuk ke Loteng. Sekaligus menggelar operasi yustisi dalam rangka penegakan protokol Covid-19, guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah ini. ‘’Personel sekarang sudah di posnya masing-masing. Selain melakukan pengetatan dengan memeriksa warga luar Loteng yang hendak masuk ke daerah ini. Sekaligus juga menggelar operasi yustisi,’’ jelasnya.

Tamiana mengatakan, pihaknya bukan melarang warga luar Loteng masuk ke daerah ini. Dalam artinya, warga luar tetap boleh masuk ke Loteng. Hanya yang tidak boleh ialah berwisata ke objek-objek wisata yang ada. Sehingga bagi yang masuk pasti akan diperiksa identitasnya serta tujuan datang ke Loteng.

Bagi yang ketahuan datang mau berwisata, akan langsung diminta kembali. ‘’Nantikan bisa saja alasanya mau mengunjungi keluarga atau apa saja. Tapi akan ketahuan ketika akan masuk ke akses objek wisata. Di sanalah sebagai penyaring terakhirnya,’’ sebut Tamiana.

Langkah tersebut, bukan tanpa alasan. Kondisi penyebaran Covid-19 yang belum juga reda jadi alasan utamanya. Pemerintah tidak ingin kasus Covid-19 di Loteng kembali naik. Karena terlalu longgar menerapkan kebijakan pada libur perayaan tahun baru kali ini.

Mengingat, daerah lainnya juga melakukan hal yang sama. Tujuannya pun sama, bagaiaman bisa mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di daerah ini. ‘’Ini semua demi kebaikan dan kepentingan masyarakat luas. Mungkin perayaan tahun baru kali ini berbeda dari tahu-tahun sebelumnya. Tapi mau tidak mau itu harus dilakukan. Demi keselamatan masyarakat luar,’’ tandasnya.

Hal yang sama dilakukan juga Pemkab Lombok Timur (Loitm). Penutupan seluruh objek wisata ini dibenarkan  Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lotim H. Mugni saat pergantian tahun. Lotim katanya, tidak memperbolehkan ada kegiatan perayaan tahun baru di objek wisata. Sehingga total pesta kembang api pada malam pergantian tahun dilarang keras.

Jika nanti ada yang melakukan perayaan pada malam tahun baru di objek wisata langsung akan dibubarkan oleh petugas. Petugas dari aparat kepolisian dan semua unsur penyelenggara pemerintah hingga di tingkat kecamatan dan desa siaga dan akan melakukan pembubaran paksa kerumunan warga yang akan menuju objek wisata.

Situasi pandemi mengharuskan semua pihak melakukan antisipasi. Terpenting semua warga harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Selalu menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Aparat pun tetap siaga melakukan razia penggunaan masker. Warga yang keluar tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi tegas.

Di  Lotim, destinasi wisata yang ditutup selama pergantian tahun baru yaitu Labuhan Haji akan ditutup pada malam hari mulai pukul 20.00 Wita, termasuk destinasi wisata di Sembalun karena dua destinasi itu cukup ramai dikunjungi wisatawan. ‘’Kita tutup sementara destinasi wisata Sembalun dan Labuhan Haji. Bersifat sementara,’’ ujar Bupati Lotim, H.Sukiman Azmi.

Sementara, Kapolres Lotim, AKBP. Tunggu Sinatrio, SIK.MH, menegaskan dalam momentum pergantian tahun baru 2021 di tengah pandemi Covid-19 hendaknya tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumuman. Oleh karena itu, diimbau agar masyarakat tinggal di rumah masing-masing.

Peringatan pergantian tahun baru juga diharapkan pada hal-hal positif dan menghindari mengkonsumsi minuman keras serta tidak menyembunyikan petasan. Termasuk mengimbau kepada pemilik toko agar tutup pada pukul 21.00 Wita pada tanggal 31 Desember 2020. (kir,rus,yon,)